Ma'ruf Amin Setuju Bawaslu DKI Selidiki Munajat 212

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Seminar yang diadakan oleh Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait kesiapan keuangan syariah di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Seminar yang diadakan oleh Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait kesiapan keuangan syariah di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, setuju dengan sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang tengah menelisik dugaan pelanggaran kampanye di acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, yang digelar Kamis,21/2.

    Berita terkait: Menyoal Doa Neno Warisman, Ma'ruf Amin: Masa Saya Dianggap Kafir

    "Ya bagus, supaya jangan sampai 212 itu dijadikan kendaraan politik. Nah itu bagus Bawaslu menyelidiki itu," kata Ma'ruf Amin usai menghadiri acara istighosah di Mall Palem Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Ma'ruf  Amin lalu menuturkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah sepakat bahwa lembaga MUI tidak boleh dijadikan kendaraan politik. "Saya sendiri sampai hari ini masih ketua umum MUI Pusat, tidak pernah menggunakan MUI sebagai alat politik saya. Orang MUI boleh pilihannya berbeda, tapi tidak boleh menggunakan MUI."

    MUI DKI Jakarta merupakan penyelenggara kegiatan Munajat 212 pada Kamis malam, 21 Februari 2019 lalu. MUI Jakarta menyebut, acara bukan Munajat 212, tetapi acara senandung salawat. Namun karena acara tersebut bertepatan digelar pada tanggal 21 Februari, kemudian disingkat 212.

    "Ternyata sudah menyalahi dua (hal), kan? Jadi menyalahi menggunakan 212 sebagai kendaraan politik dan kedua MUI digunakan secara salah, saya sangat menyayangkan," kata Ma’ruf.

    Munajat 212 itu juga dihadiri beberapa tokoh yang berhubungan dengan pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno atau lawan Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres. Beberapa di antaranya adalah Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Eddy Soeparno, Yandri Susanto, dan Titiek Soeharto. Nama-nama itu terdaftar dalam struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga.

    Zulkifli Hassan bahkan sempat menyinggung soal pilpres saat diberi kesempatan berbicara di depan peserta munajat 212. Ketua MPR itu berujar, "Persatuan nomor satu, soal presiden?" yang kemudian dijawab massa yang hadir dengan teriakan, "Nomor 2." Nomor 02 adalah nomor urut Prabowo - Sandiaga dalam pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.