Puisi Lengkap Neno Warisman di Acara Munajat 212

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Neno Warisman membacakan puisi dalam aksi solidaritas untuk Ahmad Dhani di DPP Gerindra, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Ahmad Dhani saat ini menjalani hukuman penjara 1 tahun 6 bulan sebagai tahanan titipan di Rutan Cipinang. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Neno Warisman membacakan puisi dalam aksi solidaritas untuk Ahmad Dhani di DPP Gerindra, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Ahmad Dhani saat ini menjalani hukuman penjara 1 tahun 6 bulan sebagai tahanan titipan di Rutan Cipinang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Potongan video yang menampilkan mantan aktris Neno Warisman tengah berpuisi atau berdoa di acara Munajat 212, Kamis, 21/2, malam lalu viral di jagat maya. Dalam potongan video tersebut, Neno Warisman menyebut kalimat berikut, "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

    Berita terkait: PBNU Pertanyakan Dasar Kekhawatiran dalam Doa Neno Warisman

     

    Doa Neno Warisman yang demikian dengan segera menyulut reaksi berbagai pihak. Mulai dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, hingga cawapres Ma'ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman itu.

    Ketua PBNU Robikin Emhas misalnya, mempertanyakan apa dasar Neno Warisman berdoa seperti itu. "Atas dasar apa kekhawatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?" ujar Robikin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Dari penelusuran Tempo, berikut doa lengkap Neno Warisman saat acara Munajat Cinta 212 itu:

    Allahu Akbar
    Puisi munajat kuhantarkan padamu wahai berjuta-juta hati yang ada di sini
    Engkau semua bersaudara dan kita bersaudara tersambung, terekat, tergabung bagai kalung lentera di semesta
    Sorot-sorot mata kalian bersinar, wahai saudara
    Mencabik-cabik keraguan
    Meluluhlantakkan kesombongan
    Karena mata-mata kalian nan jernih mengabarkan pesan kemenangan yang dirindukan, insyaallah, pasti datang

    Allahku Akbar
    Kemenangan kalbu yang bersih
    Kemenangan akal sehat yang jernih
    Kemenangan gerakan-gerakan yang berkiprah tanpa pamrih
    Dari dada ini telah bulat tekad baja
    Kita adalah penolong-penolong agama Allah
    Jangan halangi
    Jangan sanggah
    Jangan politisasi
    Sebab ini adalah hati nurani

    Dari mulut-mulut kita telah terlantun salawat, zikir, dan doa bergulir
    Mengalir searah putaran bintang-bintang bertriliun banyaknya
    Tersatukan dalam munajat 212
    Miliaran matahari itu saudaraku
    Merekatkan diri menjadi gumpalan kabut cahaya raksasa di semesta
    Bukti kebesaran Allah Azza Wa Jalla

    Begitulah kita saudaraku
    Harusnya kita saling merekat
    Wahai para pejuang fisabilillah di dalamnya
    Ayo munajat
    Ayo rekatkan umat
    Jadikan barisanmu kuat dan saling rekat

    Rekatkan Indonesiamu
    Rekatkan jiwa-jiwamu
    Rekatkan langkah dan tindakanmu

    Ya Allah
    Berjuta tangan para pejuang agamamu ini mengepalkan tinju mereka
    Berseru-seru mereka
    Menderu-deru mereka
    Di setiap jengkal udara hingga terlahir takbir kemenangan
    Kemenangan di ujung lelah menggema takbir bersahut-sahutan
    Berjuta sajadah akan kita hamparkan sebentar lagi, kawan
    Berjuta kepala menangis bersujud bersyukur
    Basah air mata dalam bahagia kemenangan sebentar lagi tiba

    Allahumma inni a'uzubika min jahdil bala'i wa darkisy syaqa'i wa su'il qada'i wa syamatatil a'da'i

    Jauhkan kami dari bala musibah yang tak dapat kami atasi
    Lindungkan kami dari kegembiraan orang-orang yang membenci kami
    Rekatkan jiwa-jiwa patriot kami dalam keikhlasan
    Di nadi-nadi kami
    Di jantung-jantung kami
    Di pundak-pundak kami
    Di jari-jari kami
    Yang telah memilih untuk hanya selalu berdua
    Kita dan Allah Azza Wa Jalla
    Selalu berdua
    Kita dan Rasulullah kekasih semesta
    Selalu berdua
    Kita dan saudara mukmin saling menjaga
    Selalu berdua
    Kita dan pemimpin yang membela hak-hak umat seutuhnya

    Duhai Allah Rabb
    Jangan kau jadikan hati kami bagai si penakut pengecut
    Sebab kami terlahir di tanah para pahlawan pemberani
    Yang rela mengorbankan jiwa raga harta dan segalanya
    Jangan jadikan hati kami lalai dan gentar
    Karena kami lahir dan besar dibimbing para ulama kami yang sabar
    Menetap jantung-jantung kami untuk menjadi pendekar
    Yang berani berpihak pada yang benar

    Duhai Allah
    Jangan kau jadikan hati kami dari tertutup
    Dari cahaya terang kebenaran yang menyala di malam-malam munajat
    Saat Engkau turun ke jagat dunia
    Telah Engkau bersaksikan
    Kami tegak berdiri, ya Allah
    Kami meminta menangis hingga basah sekujur diri kepada-Mu
    Seluruh harapan kami dambakan
    Akan Kau tolong atau Engkau binasakan
    Akan Kau menangkan atau Engkau lantakkan
    Itu hak-Mu

    Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka
    Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami
    Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami
    Karena jika Engkau tidak menangkan
    Kami khawatir ya Allah
    Kami khawatir ya Allah
    Tak ada lagi yang menyembah-Mu

    Ya Allah
    Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin
    Oleh pemimpin terbaik
    Dengan pasukan terbaik
    Untuk negeri adil dan makmur terbaik

    Takdirkanlah bagi kami
    Generasi yang dapat kami andalkan
    Untuk mengejar nubuwwah kedua
    Wujud dan nyata
    Dan lahirnya sejuta Al Fatih di Bumi Indonesia
    Allah Rabb
    Puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku
    Mujahid mujahidah yang datang berbondong-bondong dari segala arah
    Maka inilah puisi munajat
    Mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu
    Bersimpuh di pelataran keprihatinan
    Atas ketidakadilan
    Atas kesewenang-wenangan
    Atas kebohongan demi kebohongan
    Atas ketakutan dan ancaman yang ditebar-tebarkan
    Atas kepongahan dalam kezaliman yang dipamer-pamerkan
    Dalam pertunjukan kekuasaan
    Yang mengkerdilkan Tuhan
    Yang menantang kuasa Tuhan
    Yang tidak percaya bahwa Tuhan pembalas sempurna

    Ya Rabb
    Engkaulah yang memiliki kekuasaan mutlak di seluruh jagat ini

    Allah
    Ini puisi munajat
    Yang mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu
    Turunkanlah malaikat berbaris-baris
    Burung-burung Ababil
    Dan semut-semut pemadam api Ibrahim
    Munajat penuh harap
    Kau turunkan pertolongan yang dijanjikan
    Bagi yang terdera
    Bagi pemimpin yang terfitnah
    Bagi ulama yang dipenjara
    Bagi pejuang yang terus dihadang-hadang
    Bagi pembela keadilan yang digelandang ke bilik-bilik pesakitan

    Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad
    Wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin
    Wa akhrijna min baynihim saalimin
    Wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in

    Untuk hari depan yang lebih baik
    Untuk kepemimpinan yang berpihak pada rakyat bersama-Mu, bersama rasul-Mu
    Dalam ketinggian titah-Mu, kami bermunajat
    Keluarkan kami dari gelap
    Keluarkan kami dari gelap
    Keluarkan kami dari gelap

    Amin Allahumma Amin ya rabbal alamin

    Wasalamualaikum

    Allahu Akbar
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.