Barisan Gus dan Santri Madura Deklarasi untuk Jokowi - Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Pamekasan - Barisan Gus dan Santri Bersatu (Baguss) Pamekasan dan Sumenep, Jawa Timur, mendeklarasikan diri mendukung Jokowi - Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden (Pilpres), Rabu, 20 Februari 2019. Ketua Baguss Jatim Yusuf Hidayat memimpin deklarasi di kediaman tokoh ulama NU KH Nurullah, Dusun Tengginah, Desa Tattango, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu.

    "Barisan Gus dan Santri ini sengaja kami bentuk untuk menyatukan warga Nahdlatul Ulama (NU) agar bisa menjalankan amanah dan agenda yang sangat besar, mewujudkan dukungan untuk Bapak Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 17 April 2019 nanti," kata Hidayat.

    Baca: Ma'ruf Amin Tak Akan Tiru Gaya Jokowi dalam Debat

    Menurut Hidayat, sedianya deklarasi relawan akan dihadiri langsung oleh Ketua Presidium Baguss, Gus Ipal yang merupakan putra dari KH Salahuddin Wahid. Namun, karena berhalangan, Gus Ipal tidak hadir secara langsung pada acara deklarasi itu. “Beliau berpesan bahwa NU bersama para gus dan santri berbagai elemen harus menjadi pelayan para kiai dan pesantren untuk bergerak bersama masyarakat membantu NU untuk memenangkan Capres-Cawapres Nomor Urut 01," kata Hidayat.

    Deklarasi Baguss dihadiri sekitar 20 ulama kharismatik antara lain KH Taufik Hasyim, Pengasuh Pondok Pesantren PP Sumber Anom Angsanah, KH Baidowi dari Keluarga Besar Asta Batuampar, Proppo, Pamekasan, KH Faris Hamdi dan KH Hasmi Basyir, keduanya dari Pondok Pesantren An-Nuqoyah, Guluk-Guluk Kabupatan Sumenep.

    Baca: Erick Thohir Minta Maaf Soal Lahan Prabowo

    Baguss merupakan salah satu relawan tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Paguyuban ini didirikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, yakni pondok pesantren dimana KH Ma'ruf Amin mengenyam pendidikan keagamaan di lembaga itu. "KH Ma'ruf Amin merupakan alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng. Kemenangan KH Ma'ruf Amin adalah kemenangan NU," kata Ketua Baguss Jatim Yusuf Hidayat, menjelaskan.

    Dalam waktu dekat Baguss Jatim juga akan melakukan safari, di Kabupatan Pamekasan karena dukungan terhadap Jokowi - Ma'ruf diklaim terus meningkat. "Mudah-mudahan akan terus meningkat, sehingga ke depan bangsa dan negara ini Insya Allah akan dipimpin dari NU," ujar Jusuf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.