Sandiaga Minta KPU Benahi 3 Hal Ini di Debat Capres Berikutnya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menghadiri nonton bareng debat calon Presiden dengan warga di Kelurahan Nanggewer, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 17 Februari 2019. ANTARA

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menghadiri nonton bareng debat calon Presiden dengan warga di Kelurahan Nanggewer, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 17 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengevaluasi beberapa hal terkait dengan pelaksanaan debat capres antara dua kandidat calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto semalam. Menurut Sandiaga, masalah durasi, ketertiban pendukung masing-masing kandidat, dan pertanyaan-pertanyaan panelis adalah beberapa hal yang harus dibenahi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di debat pilpres selanjutnya.

    Baca juga: Ditanya Perbedaan Data Debat Capres, Jokowi: Sesuai Kementerian

    "Ada poin yang harus kita pastikan bahwa sesi debat harus terisi semuanya dan menarik. Jadi salah satu yang perlu dievaluasi ke depan adalah masalah durasi," kata Sandiaga di media center Badan Pemenangan Nasional (BPN), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 18 Februari 2019.

    Kedua, kata Sandi, riuhnya suara pendukung masing-masing paslon di dalam venue debat justru mengganggu para pemirsa yang menonton lewat televisi. Ia mengatakan dalam waktu dekat tim BPN akan meminta KPU agar masing-masing pendukung paslon yang boleh masuk venue dibatasi maksimal 50 pendukung saja.

    "Kita harus fokus bukan pada yang hadir di situ, bukan kepada para pendukung, tapi masyarakat, puluhan juta yang belum menentukan pilihan dan perlu sekali mengikuti sesi debat ini sebagai bahan preferensi mereka menjatuhkan pilihan," tutur Sandiaga.

    Jadi, kata Sandiaga, prioritasnya adalah bagaimana menghadirkan debat ini untuk membantu mereka menentukan pilihan, bukan untuk saling sorak-menyorak dan sampai terdengar pemirsa di rumah.

    Ketiga, Sandiaga mengatakan pertanyaan-pertanyaan dari para panelis tak terlalu ditangkap oleh masyarakat. Ia berujar telah mengusulkan secara firm agar debat selanjutnya, khususnya debat antar cawapres, masing-masing kandidat tak diberi pertanyaan apapun oleh panelis.

    "Kita tidak usah diberikan pertanyaan. Sampaikan saja apa yang menjadi program, visi-misi kita, dan saling bertanya untuk masing-masing topik," ujar Sandiaga.

    Misalnya, kata Sandiaga, temanya pendidikan, apa yang menjadi visi misi Indonesia Menang Prabowo-Sandi? Dan silakan dipertanyakan atau dikritisi. "Disitulah tentang debat yang sesungguhnya, yang memberikan diferensiasi. Karena kalau ada pertanyaan (panelis), itu gak ditangkap sama sekali oleh masyarakat."

    Baca juga: Debat Pilpres, JK: Jokowi Menguasai Masalah, Prabowo Jujur

    Debat kedua calon presiden malam tadi mempertemukan Jokowi dan Prabowo. Temanya adalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

    Debat capres kedua berbeda dengan sebelumnya. Salah satu perbedaan utama adalah tidak adanya kisi-kisi pertanyaan yang disampaikan oleh tim panelis untuk capres Jokowi dan Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?