Saat Prabowo Pidato Lupa Data

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Februari 2019. Tema pidato kebangsaan tersebut juga menjadi tema kunci debat kedua Pilpres 2019. ANTARA/Aji Styawan

    Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Februari 2019. Tema pidato kebangsaan tersebut juga menjadi tema kunci debat kedua Pilpres 2019. ANTARA/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Semarang - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menggelar pidato kebangsaan di Semarang, Jumat 15 Februari 2019. Dia membicarakan beberapa masalah dalam pidatonya, meliputi swasembada pangan, energi serta air.

    Baca: 3 Fakta Seputar Prabowo Salat Jumat di Masjid Agung Semarang

    Prabowo berpidato dengan cukup cair selama hampir satu jam. Ada kalanya pidatonya berapi-api, namun terkadang juga diselingi dengan gurauan sehingga mampu menimbulkan gelak tawa.

    Ada pula saat di mana dia lupa mengenai data sehingga harus mencari-cari orang kepercayaannya. Hal itu terjadi saat Prabowo membandingkan kesenjangan ekonomi di beberapa negara.

    Dalam pidatonya itu, Prabowo memuji Perancis yang memiliki kesenjangan ekonomi yang tidak begitu lebar. “Satu persen penduduk menguasai 20 persen kekayaan. Itu data yang saya terima, coba diverifikasi,” katanya.

    Lantas, Prabowo membandingkannya dengan Amerika. Semula, dia menyebut bahwa satu persen warga Amerika menguasai 35 persen kekayaan di negara itu. Hanya saja, Prabowo kemudian merasa ragu dengan ucapannya.

    Dia lantas memalingkan muka ke timnya yang menggerombol di samping panggung. Dia terlihat mencari salah satu orang kepercayaannya untuk memastikan datanya.

    “Mana saya punya pakar? Mana, yang botak itu lho,” katanya sembari mencari-cari. Orang yang dicari lantas menampakkan diri sembari mengoreksi ucapan Prabowo. “Sekitar 32 persen,” kata Prabowo setelah mendapat koreksi.

    Baca : Singgung Profesi, Pidato Prabowo Kini Lebih Hati-hati

    Dalam pidato itu, Prabowo beberapa kali memamerkan tim pakarnya. Bahkan, puluhan pakar yang terdiri dari para praktisi dan akademisi ikut duduk di belakang mimbar. Beberapa diantaranya adalah Burhanuddin Abdullah, Ikhsanuddin Noorsyi, Drajat Wibowo, Alex Yahya serta Andika. Selain itu, ada pula Sudirman Said, Muhammad Said Didu serta Ferry Mursyidan Baldan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.