Prabowo: Mungkin Elite Kita Terlalu Pinter, Pinter Ngapusi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis 14 Februari 2019. Prabowo mengajak kepada pendukungnya untuk menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk demokrasi dan mengawal jalannya pemungutan suara pada pemilu 17 April 2019 mendatang. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis 14 Februari 2019. Prabowo mengajak kepada pendukungnya untuk menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk demokrasi dan mengawal jalannya pemungutan suara pada pemilu 17 April 2019 mendatang. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengatakan tingginya angka kemiskinan di Indonesia merupakan problem struktural yang bersumber dari elite negara ini sendiri. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat berkampanye di Blora, Jawa Tengah, Kamis, 14 Februari 2019.

    Baca juga: Beredar Foto Salat Jumat Bareng Prabowo, Timses: Masa Kami Bikin?

    Menurut Prabowo, kemiskinan yang dialami rakyat Indonesia adalah sebuah paradoks. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin rakyat bisa kelaparan di negeri yang kaya akan sumber daya alam dan gemah ripah loh jinawi ini.

    Prabowo lalu mengatakan selama kurang lebih 20 tahun berkecimpung di dunia politik dan mendekatkan diri dengan rakyat, ia akhirnya mengaku paham bahwa salah satu sumber kemiskinan rakyat adalah elite Indonesia yang bermental maling.

    "Sudah lama tipu menipu, rekayasa, sudah terlalu lama elite kita berbuat seperti itu. Saya paham dan mengerti karena saya bagian dari elite, tapi saya muak dengan elite yang seperti itu. Tugas elite adalah selalu membela kepentingan rakyatnya," kata Prabowo seperti dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 14 Februari 2019.

    "Mungkin elite kita ini sudah terlalu pinter. Pinter ngapusi (membohongi), pinter mencuri uang rakyat," Prabowo menambahkan.

    Ia juga berujar para elite itu bermental selalu mencari untung untuk diri sendiri dan kroni-kroninya. Akibatnya, kata Prabowo, kekayaan yang dimiliki Indonesia mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Indonesia.

    "Kalau begini terus, mustahil Indonesia bisa bangkit. Bukan saya pesimis. Saya pernah mendapatkan pendidikan, saya pernah menjabat, saya tak akan tinggal diam kalau rakyat terus dimiskinkan," kata mantan menantu presiden RI ke-2 Soeharto itu.

    Baca juga: Ini Poin-poin Pidato Kebangsaan Pertama Prabowo

    Prabowo lalu menjanjikan akan merekrut putra-putri terbaik Indonesia untuk menjadi menterinya jika nanti menjadi presiden RI periode 2019-2024.

    "Kami akan panggil putra putri terbaik bangsa, yang paling pinter. Tapi pinter saja tidak cukup, tapi juga harus jujur dan tidak memperkaya keluarga, teman atau tetangganya. Putra putri yang siap mengabdi untuk rakyat," ucap Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.