Megawati di Jawa Tengah: Ada yang Mau Mencuri ke Rumah Kita

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Purwokerto - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri berpesan kepada kadernya agar jangan sampai kecolongan suara untuk wilayah Jawa Tengah yang terkenal menjadi kandang banteng. Pernyataan ini juga disampaikan Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat jambore komunitas juang di GOR Satria Purwokerto, Ahad, 10 Februari 2019.

    Baca: Jateng Digempur karena Kandang Banteng, Megawati: Kader Jangan Kecolongan

    “Pertahankan di Jawa Tengah. Kita tahu, kubu sebelah itu merasa Jawa Barat dan Banten sudah dikuasai. Sehingga yang harus digempur Jawa Tengah yang dikenal susah sebagai kandang banteng. Ada orang yang mau mencuri ke rumah kita, ya jangan dibiarkan. Menjaga sesuatu itu lebih sulit daripada memenangkan,” kata Megawati.

    Hal ini terlihat, kata dia, dari pemindahan posko kubu Prabowo ke wilayah Jawa Tengah, kemudian didasari atas perolehan suara pada pemilihan gubernur sebelumnya. “Ini gara-gara waktu Pilkada gubernur yang ditarget 70 persen namun menang dengan 58 persen,” kata Megawati di hadapan kader komunitas juang.

    Menurutnya, adanya komunitas juang yang sebagian besar kaum milenial ini sangat dekat dengan kemajuan teknologi informasi. Sehingga harus bisa menampik isu-isu hoaks dan menebarkan kedamaian. “Mengapa rakyat Indonesia dibodohkan dengan menebar kebencian. Kepintaran itu harus digunakan dengan sopan santun, beretika, dan berani bertanggung jawab,” katanya. 

    Ia menyesalkan dengan apa yang belakangan terjadi pada tahun politik ini, kondisi masyarakat dalam pemilu ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada ketakutan bagi masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih, tidak seperti saat ini masyarakat ditebarkan isu kebencian dan takut untuk memilih.

    Baca: Ahok Langsung Temui Megawati, Ini Obrolan Mereka Menurut Djarot

    Kepada kader komunitas juang, Megawati juga meminta untuk selalu bergerak bertemu dengan masyarakat secara langsung dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada17 April 2019. Menurutnya, pada hari pencoblosan tersebut dimungkinkan orang akan dibenturkan dengan adanya libur panjang long weekend dan bisa saja dimanfaatkan untuk liburan, tidak mencoblos.

    TERAS.ID |  SATELITPOST.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.