Debat Capres Jokowi - Prabowo Diprediksi akan Saling Serang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie memprediksi debat capres (calon presiden) pada 17 Februari 2019, akan terjadi saling serang antara dua kandidat, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. "Dengan dihapusnya kisi-kisi soal maka debat kedua diprediksi akan seru," kata Jerry, di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

    Dalam debat kedua nanti, Jokowi akan unggul di sektor infrastruktur begitu pula di segmen Sumber Daya Alam (SDA). Alasannya, inkumben mampu membangun 3.432 kilometer jalan nasional dan 941 kilometer jalan tol.

    Baca: Timses Sebut Prabowo Tak Mau Permalukan Jokowi saat Debat Capres

    Pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi juga menguasai 51 persen saham Freeport. "Bagaimana menjabarkan akuisisi itu? Menurut hemat saya jika domain ini di sentuh maka keuntungan bagi Jokowi."

    Dalam debat kedua nanti, kata Jerry, Prabowo akan mempertanyakan soal mahalnya tarif tol. Di Asia Tenggara bahkan Asia jalan tol Indonesia termasuk paling mahal. Rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500 per kilometer. Di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778 per kilometer, Malaysia Rp 492 per kilometer, Thailand Rp 440 per kilometer, Vietnam Rp 1.200 per kilometer, dan Filipina Rp 1.050 per kilometer.

    Baca: Fadli Zon: Makin Menyerang di Debat Capres, Jokowi Semakin Jatuh

    Menurut Jerry, publik juga menanti strategi capres membawa Indonesia menjadi swasembada pangan seperti 1984. "Nah, debat ini solusi untuk menjawab strategi dua capres seperti apa?”

    Debat capres identik dengan adu konsep, adu argumen, adu ide, adu gagasan, adu intelektual bukan adu puisi atau adu domba. “Sisi rasionalitas yang dikedepankan bukan sisi emosi," ucap Jerry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.