Muchdi Dukung Jokowi, Moeldoko: Tak akan Ada Perlindungan Hukum

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, dukungan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Jenderal (Purnawirawan) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin, tidak ada hubungannya dengan masalah hukum.

     

    Siapapun yang mendukung Jokowi, ujar dia, tidak serta merta akan mendapatkan perlindungan hukum. Muchdi sempat merasakan kursi pengadilan terkait kasus pembunuhan aktivis Munir Said Thalib, meski kemudian dinyatakan tidak bersalah. Atas dasar itu, Moeldoko menegaskan Jokowi tak akan melakukan intervensi apapun pada kasus hukum yang pernah melibatkan Deputi V Badan Intelejen Negara pada 2004 ini.

    "Mana bisa presiden melindugi proses hukum. Bahkan menterinya sendiri, begitu ada masalah hukum enggak dilindungi," ujar Moeldoko di Hotel Bidakara, Jakarta pada Senin, 11 Februari 2019.

    Hingga 2018 lalu, penggiat HAM Choirul Anam, menyarankan Bareskrim menyidik kembali rekaman percakapan pilot pesawat Garuda Pollycarpus dengan Muchdi Pr. Hal itu menanggapi perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membuka kembali penyidikan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

    Dukungan Muchdi kepada Jokowi - Ma'ruf diketahui melalui sebuah video yang beredar. Muchdi tampak hadir dalam acara silaturahim Presiden Jokowi dengan purnawirawan TNI - Polri di Jakarta Internasional Expo, Ahad, 10 Februari 2019. Bersama ribuan purnawirawan lain, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi - Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.