Jokowi dan Prabowo akan Dialog dengan Peserta Sidang Tanwir

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri resepsi milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogya, 6 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri resepsi milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogya, 6 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, diundang hadir sebagai pembicara di sidang tanwir PP Muhammadiyah di Bengkulu, pada 15-17 Februari 2019.

    Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan organisasinya akan memberikan rekomendasi untuk rakyat Indonesia, mengenai kehidupan keumatan dan kebangsaan yang dititipkan melalui Jokowi dan Prabowo.

    Rekomendasi itu, kata Abdul, bukan bersifat dukungan terhadap Jokowi atau Prabowo sebagai calon presiden yang tengah berkompetisi itu. "Tapi lebih memberikan pikiran-pikiran Muhammadiyah bagaimana agar proses demokrasi berjalan lebih baik, pemilu berjalan aman, tertib, lancar," kata Abdul dalam konferensi pers di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Lagipula, kata Abdul, undangan kepada Jokowi dan Prabowo bukan sebagai calon presiden. Tetapi berkapasitas sebagai tokoh nasional. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi dakwah yang tidak terlibat dalam politik praktis.

    Prabowo diundang untuk hadir pada Jumat, 15 Februari 2019. Sedangkan Jokowi sehari setelahnya. Mereka akan berpidato mengenai tema yang sama, yaitu beragama yang mencerahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Abdul berharap, Jokowi dan Prabowo dapat menyampaikan pokok pikiran bagaimana agama lebih hadir dan bermakna dalam praktek penyelenggaraan negara maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

    PP Muhammadiyah akan mengalokasikan waktu kepada Jokowi dan Prabowo sekitar 90 menit untuk berbicara di sidang tanwir. Selain menyampaikan pokok pikiran, mereka juga diberi kesempatan untuk berinteraksi tanya jawab kepada peserta tanwir. Tujuannya agar pesera sidang tanwir dapat menggali dan mendapatkan pikiran jernih dari kedua tokoh nasional tersebut.

    Sidang tanwir merupakan forum sidang tertinggi di bawah muktamar. Tanwir tahun ini merupakan yang kedua kalinya dalam periode kepemimpinan PP Muhammadiyah hasil Muktamar ke-47. Sebelumnya, sidang tanwir diselenggarakan di Ambon pada 2017.

    Sidang tanwir akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada empat agenda besar yang akan dibahas, yaitu secara organisasi akan dibahas perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Muhammadiyah. Kemudian, akan disampaikan pokok-pokok pikiran Muhammadiyah mengenai kehidupan keumatan dan kebangsaan.

    Selanjutnya, ceramah dari Jokowi dan Prabowo sebagai tokoh nasional. Terakhir, pembahasan yang berkaitan dengan progress atau dinamika persyarikatan Muhammadiyah di tingkat nasional maupun pimpinan wilayah Muhammadiyah.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.