5 Fakta Seputar Purnawirawan TNI - Polri Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyampaikan paparan ketika menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI-Polri di JI Expo, Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Jokowi mengaku merasa tersanjung dengan adanya dukungan dari para mantan petinggi TNI - Polri itu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyampaikan paparan ketika menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI-Polri di JI Expo, Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Jokowi mengaku merasa tersanjung dengan adanya dukungan dari para mantan petinggi TNI - Polri itu. ANTARA/Wahyu Putro A

    3. Dihiasi muka-muka lama

    Nama-nama purnawirawan TNI-Polri yang masuk kabinet kerja Jokowi seperti Luhut Binsar Panjaitan hingga Wiranto, turut hadir dalam deklarasi dukungan itu. Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan yang baru, Moeldoko, juga turut hadir. Hanya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang tak nampak di acara itu.

    Dari Polri, mantan Kapolri Jenderal (purnawirawan) Dai Bachtiar kembali menyatakan dukungannya. Selain itu, beberapa mantan Kapolri lain seperti Jenderal (purnawirawan) Rusman Hadi, dan Jenderal (purnawirawan) Surojo Bimantoro juga ikut hadir.

    Selain itu, dari purnawirawan TNI lain yang hadir di deklarasi itu adalah Deklarasi itu dibacakan oleh Laksamana (Purnawirawan) Arief Koeshariadi yang merupakan mantan KASAL periode 1996 - 1998. Arief menjadi wakil purnawirawan TNI-Polri yang membacakan deklarasi itu.

    Bersama Arief, nampak ikut di atas panggung adalah eks Wakil Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Fachrul Razi, hingga eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal (purnawirawan) Subagyo Hadi Siswoyo.

    Selain itu, nampak pula Laksamana Madya (purnawirawan) Freddy Numberi yang pernah menjabat Menteri Perhubungan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

    4. Luhut berikan arahan awal kepada para purnawirawan 

    Sebelum deklarasi dimulai dan sebelum kedatangan Jokowi di acara itu, sosok Luhut Binsar Panjaitan sempat membuka acara dengan sebutan pencerahan. Berbicara hampir 40 menit, Luhut membicarana kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama empat tahun terakhir.

    Baca: Didukung Purnawirawan TNI - Polri, Jokowi: Jadi Makin Semangat

    "Pilihan anda adalah hak masing-masing, hak demokrasi yang paling dalam. Kita tak ingin memilih dengan kedepankan berita-berita bohong," kata Luhut.

    Luhut pun memaparkan capaian pemerintah selama ini. Mulai dari isu ekonomi, hingga keamanan. Ia menegaskan pemerintah telah melakukan yang terbaik untuk mendorong kemajuan Indonesia.

    "Saya sebagai perwakilan pemerintahan, tahu persis apa yang terjadi di dalam. Gak mungkin juga kita akan khianati janji atau sumpah kami waktu jadi perwira," kata Luhut.

    5. Jokowi hadir terlambat dan pulang diiringi hujan deras

    Kedatangan Jokowi di acara deklarasi dukungan itu sempat terlambat. Acara rencananya dibuka pukul 15.00 WIB. Acara pun dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan pembukaan dari Luhut, tanpa kehadiran Jokowi.

    Simak juga: Jokowi: Saya akan Pertaruhkan Jabatan dan Reputasi untuk Negara

    Jokowi baru hadir sekitar pukul 17.30 WIB. Ia mengatakan terlambat datang karena tertahan saat mengunjungi deklarasi lain dari Almuni SMA Jakarta di Istora, Senayan.

    "Saya mohon maaf. Acara sebelumnya sudah maju 30 menit. Namun acaranya sulit mengontrol, sehingga datang ke sini terlambat," kata Jokowi. Saat meninggalkan acara, hujan deras mengguyur kawasan Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.