Kata Erick Thohir Soal Survei Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dalam acara #01 Satu Arah untuk Satu Indonesia Maju. Ahad, 10 Februari 2019. Tempo/Fikri Arigi.

    Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dalam acara #01 Satu Arah untuk Satu Indonesia Maju. Ahad, 10 Februari 2019. Tempo/Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan klaim survei internal pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, yang mengatakan selisih elektabilitas tipis itu tidak benar. Seperti dengan lembaga survei lain yang diungkap ke publik, Erick menegaskan, selisih elektabilitas kedua pasangan calon masih di angka 20 persen.

    Baca: Survei Internal, Kubu Prabowo: Elektabilitas Nyaris Salip Jokowi

    “Karena memang riset sekarang beda 20 persen. Trennya terjadi dan bukan turun, malah naik,” ucap Erick ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Ahad 10 Februari 2019.

    Menurut Erick, sah-sah saja TKN ataupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga mengklaim telah melakukan survei internal. Namun, kata dia, menurut beberapa lembaga survei yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum, perbedaan elektabilitas dua kandidat ini masih 20 persen.

    Untuk itu, Erick berharap BPN tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar dan berbicara sesuai fakta dan data. Ia pun meminta kubu Prabowo membuka data ke publik dan membeberkan metodologi surveinya, jika hasil survei internal yang mereka sampaikan itu benar.

    Baca: BPN Klaim Selisih Elektabilitas Prabowo ke Jokowi Tinggal 1 Digit

    “Silakan saja buka metodologinya. Pada Pilpres 2014 juga ada dua lembaga survei yang menyatakan Prabowo menang. Tapi akhirnya terbukti keliru,” ujar bos Mahaka Group ini.

    Sebelumnya BPN mengklaim bahwa elektabilitas Prabowo semakin mengejar calon inkumben Jokowi. Juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan selisih elektabilitas secara nasional kini hanya berjarak satu digit. Ia mengatakan hal itu semakin memacu semangat mereka untuk bisa mengejar elektabilitas calon petahana.

    "Selisihnya secara nasional tinggal satu digit," kata Koordinator juru bicara Prabowo - Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak, di Karanganyar pada Jum'at 8 Februari 2019.

    Baca: Elektabilitas Kalah dari Jokowi, Pengamat Beri 3 Saran ke Prabowo

    Menurut Dahnil, elektabilitas Prabowo sudah unggul di Sumatera dan Sulawesi. Demikian pula dengan Banten dan Jawa Barat. Adapun saat ini, kata Dahnil, mereka tengah fokus menggarap Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.