Alumni Mesir Dukung Jokowi, TGB: Pembangunan di Jalur yang Tepat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang. TEMPO/Amston Probel

    Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaringan Alumni Mesir Indonesia atau JAMI mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin pada Sabtu, 9 Februari 2019. Acara deklarasi ini dihadiri langsung oleh calon wakil presiden Ma'ruf Amin.

    Baca juga: Cerita Jokowi Soal Politik Badan Kurus Saat Disebut Antek Asing

    Ketua JAMI, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mengatakan dukungan pada Jokowi - Ma'ruf didasari dengan pertimbangan integritas, rekam jejak, dan keberlanjutan pembangunan di Indonesia. "Saya pikir itu salah satu yang menjadi pencermatan oleh teman-teman di JAMI," ujar TGB di Hotel Aryaduta.

    TGB membeberkan, dukungan ini juga berdasarkan indikator yang selama ini ia nilai baik. Seperti kurs rupiah, yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang diklaim menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Hal-hal ini menurut TGB menunjukkan pembangunan Jokowi selama ini sudah berada di jalur yang tepat, dan perlu untuk dituntaskan.

    Adapun Ma'ruf Amin ia nilai sebagai sosok yang banyak merancang ekonomi Islam di Indonesia. TGB percaya ekonomi Islam dan ekonomi nasional merupakan satu kesatuan yang ujungnya dapat membangun ekonomi Indonesia.

    Baca juga: TGB Ungkap Kesaksian Yusuf Mansur soal Ibadah Jokowi

    Sementara itu Ma'ruf Amin mengatakan pemerintahan antara dirinya dengan Jokowi merupakan kombinasi antara golongan nasionalis dengan Islam. Ma'ruf mengklaim dirinya sebagai sosok yang merepresentasikan Islam, sedangkan Jokowi ia sebut representasi dari nasionalis.

    "Pasangan Pak Jokowi dengan saya mencerminkan nasionalis dengan Islam. Negeri ini pilar utamanya nasionalis dan Islam," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.