Moeldoko Bantah TKN Mobilisasi Alumni Kampus untuk Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil ketua Tim Kemenangan Nasional, Jenderal Purn. Moeldoko bersama Triana Dewi Seroja, dan artis Angel Lelga berfoto selfie dengan para relawan dalam aksi damai 'Salam Jempol Ceria' di kawasan Monas, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.  Instagram/@Trianadewiseroja

    Wakil ketua Tim Kemenangan Nasional, Jenderal Purn. Moeldoko bersama Triana Dewi Seroja, dan artis Angel Lelga berfoto selfie dengan para relawan dalam aksi damai 'Salam Jempol Ceria' di kawasan Monas, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Instagram/@Trianadewiseroja

    TEMPO.CO, Jakarta - Moeldoko mengatakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin tidak pernah memobilisasi kelompok alumni kampus atau sekolah tertentu. Aksi yang digelar para alumni itu murni digerakkan sendiri oleh masyarakat.

    Baca: Malam ini, Alumni Pangudi Luhur Deklarasi Dukung Jokowi

    “Itu bukan mobilisasi kami. Itu justru lahir atas kesadaran dari mereka-mereka," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin, di Aloft Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

    Menurut Moeldoko, TKN tidak memiliki target mengumpulkan dukungan dari para alumni, baik di level perguruan tinggi maupun sekolah. "Justru alumni itu sendiri yang berkeinginan untuk melakukan sesuatu," ujarnya.

    Seperti diketahui, Jokowi akhir-akhir ini sering menghadiri acara deklarasi dari sejumlah alumni lembaga pendidikan. Mulai dari alumni Universitas Indonesia, sekolah Kolese Kanisius, Pangudi Luhur, dan lainnya.

    Namun, survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan acara deklarasi itu tidak berdampak pada peningkatan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf. "Karena karakter kaum terpelajar yang umumnya lebih kritis melihat dan menilai capres,” kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, kemarin.

    Denny mengatakan, kegiatan yang bersifat simbolik, seperti dukungan-dukungan itu, tidak berpengaruh untuk kalangan pelajar. Mereka lebih menilai sosok dan isu yang berkembang.

    Survei LSI menunjukkan pula jika suara Jokowi-Ma'ruf di kalangan terpelajar, kalah dari pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Pada Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi di pemilih ini sebesar 37,7 persen. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih kaum terpelajar sebesar 44,2 persen.

    Adjie mengatakan kasus hukum yang menimpa musikus Ahmad Dhani dan kasus serupa lainnya, cukup mempengaruhi suara Jokowi-Ma'ruf di kalangan pemilih terpelajar. "Kasus ini akan berpengaruh pada segmen tertentu, seperti kalangan terpelajar. Sebab, kalangan ini biasanya tak suka jika negara terlalu kuat dalam menghadapi kritik," ujarnya.

    Simak

    Sandiaga: Alumni Pangudi Luhur Dukung Jokowi Is Fine

    Menanggapi hasil survei itu, Moeldoko optimistis kondisi akan berubah hingga hari pencoblosan tiba. "Saya pikir ini akan bergulir terus. Kalau kita lihat dukungan Trisakti, alumni SMA di Jakarta, terus berkembang di daerah-daerah lain. Kami punya keyakinan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.