TKN Jokowi Sebut Serangan Kubu Prabowo Hambat Elektabilitas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan mereka masih perlu bekerja keras meski survei LSI Denny JA menunjukkan selisih elektabilitas dengan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sudah 20 persen.

    Baca: LSI Denny JA: Jokowi Unggul 5-1 Lawan Prabowo di 6 Kantong Suara

    Ace menyebut hasil ini tidak membuat TKN puas. Menurut dia, tim kampanye akan terus meningkatkan tingkat keterpilihan hingga mencapai target. "Kami akan terus memacu elektabilitas agar mencapai target yaitu 70 persen," kata Ace kepada Tempo, Kamis 7 Februari 2019.

    Kini, kata Ace, TKN harus bekerja keras menghadapi berita palsu alias hoaks yang ia sebut beredar di kalangan akar rumput. Selain itu ada pula serangan-serangan dari kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atas berbagai isu yang ditujukkan ke pasangan nomor urut 01 itu.

    Masalah lain, Ace mengatakan TKN pun masih perlu menggaet undicided voters atau pemilih mengambang, agar memilih Jokowi - Ma'ruf. Untuk itu ia mengatakan akan bekerja keras pula dalam menghadapi empat kali debat Pilpres ke depan. "Kami akan terus bekerja di sisa dua bulan lebih, menjelang pemilihan 17 April nanti," kata politikus Partai Golkar ini.

    Simak juga: LSI Denny JA Sebut Jokowi Masih Dibayangi Sentimen Anti-Islam

    LSI Denny JA mempublikasikan sigi teranyar mereka pada Kamis, 7 Februari. Hasilnya Jokowi - Ma'ruf unggul 54,8 persen sedangkan Prabowo - Sandiaga 31 persen. Sedangkan 14,2 persen menyatakan belum memutuskan dukungan. Hasil ini menurut LSI fluktuatif sejak Agustus 2018, namun angkanya tidak pernah bergerak signifikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.