Prabowo Lemah di Pemilih Minoritas, Jokowi di Kalangan Terpelajar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto (duduk kiri) berbincang dengan capres inkumben Jokowi disaksikan Ma'ruf Amin (kanan) dan Sandiaga Uno saat pengambilan nomor urut capres di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Calon presiden inkumben Jokowi, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, atau Jokowi - Ma'ruf, mendapat nomor urut 1. TEMPO/Subekti

    Calon presiden Prabowo Subianto (duduk kiri) berbincang dengan capres inkumben Jokowi disaksikan Ma'ruf Amin (kanan) dan Sandiaga Uno saat pengambilan nomor urut capres di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Calon presiden inkumben Jokowi, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, atau Jokowi - Ma'ruf, mendapat nomor urut 1. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan kelemahan masing-masing pasangan calon presiden - wakil presiden di segmentasi tertentu. Paslon 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf lemah di segmentasi kalangan terpelajar, sedangkan Paslon 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, paling lemah di kalangan pemilih minoritas.

    Baca: LSI Denny JA: Jokowi Unggul 5-1 Lawan Prabowo di 6 Kantong Suara

    Menurut hasil sigi yang dipublikasi pada Kamis 7 Februari 2019 ini, suara Jokowi - Ma'ruf di kalangan terpelajar, kalah dari pasangan Prabowo - Sandi. Pada Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi di pemilih ini sebesar 37,7 persen. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih kaum terpelajar sebesar 44,2 persen.

    Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan kasus yang menimpa musikus Ahmad Dhani dan kasus serupa lainnya, cukup mempengaruhi suara Jokowi - Ma'ruf di kalangan pemilih terpelajar. "Kasus ini akan berpengaruh pada segmen tertentu, seperti kalangan terpelajar. Sebab, kalangan ini biasanya tak suka jika negara terlalu kuat dalam menghadapi kritik," ujar Adjie di kantornya.

    Sementara itu, suara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno turun drastis di kantong pemilih minoritas. Dalam kurun waktu lima bulan kampanye pemilihan presiden 2019, suara Prabowo turun nyaris 10 kali lipat.

    Baca:  LSI: Suara Prabowo Turun 10 Kali Lipat di Pemilih Minoritas

    Pada Agustus 2018, terdapat Prabowo - Sandiaga 43,6 persen suara di kantong pemilih minoritas. Namun Pada Januari 2019, suaranya turun drastis menjadi 4,7 persen. "Dalam waktu lima bulan, dukungan atas Prabowo - Sandiaga menurun drastis di kalangan pemilih Minoritas," kata Adjie.

    Sebaliknya, suara pasangan Jokowi - Ma'ruf justru naik tajam dari Agustus 2018 sebesar 47, 5 persen, lalu pada Januari 2019 menjadi 86,5 persen.

    Baca juga: Jokowi Tepis Isu Gunakan Konsultan Amerika Stanley Greenberg

    Survei teranyar LSI Denny JA ini dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di
    Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

    FIKRI ARIGI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.