Jokowi Kalahkan Prabowo dalam Percakapan di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo atu Jokowi (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. ANTARA/Setneg-Agus Suparto

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo atu Jokowi (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. ANTARA/Setneg-Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pemantau percakapan media sosial, PoliticaWave mencatat pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin mendominasi percakapan di media sosial ketimbang Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Berdasarkan pemantauan yang berlangsung 28 Januari - 4 Februari 2019, PoliticaWave mencatat ada 57,25 persen pembicaraan media sosial tentang Jokowi - Ma'ruf.

    Baca juga: Saat Alumni Pangudi Luhur Sebut Jokowi Lelaki Sejati

    "Jokowi - Ma'ruf unggul, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 42,75 persen percakapan," kata Direktur Eksekutif PoliticaWave Yose Rizal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Februari 2019.

    Yose mengatakan, Jokowi - Ma'ruf dibicarakan oleh 61,25 persen dari 267.059 akun, sedangkan 38,75 persen sisanya membicarakan Prabowo Sandiaga. Total percakapan yang beredar ialah sebanyak 1.899.881.

    Yose mengatakan, petahana tak hanya mengungguli percakapan, tetapi juga mendapatkan 80 persen sentimen positif. Sedangkan, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 74 persen sentimen positif.

    Beberapa isu positif yang ramai diperbincangkan netizen, warganet terkait pasangan Jokowi - Ma’ruf yaitu kebersamaan Jokowi dengan keluarga, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak, pertemuan dengan ulama, pembangunan desa dan pembangunan infrastruktur.

    Isu negatifnya, kata Yose, diantaranya menyangkut pemenjaraan musisi Ahmad Dhani, kritik pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia, doa pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimun untuk Prabowo yang disampaikan di samping Jokowi, dan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika ihwal “Yang gaji kamu siapa?”.

    "Serta pernyataan Wali Kota Semarang yang melarang warga menggunakan jalan tol jika tidak mendukung Jokowi," kata dia.

    Sebaliknya, doa Maimun Zubair menjadi isu positif percakapan terkait Prabowo - Sandiaga. Isu lainnya di antaranya kegiatan jalan sehat bersama Prabowo, blusukan Sandiaga, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak, serta janji tidak impor.

    Selanjutnya, pasangan nomor 02 ini mendapat sentimen negatif dalam percakapan seputar kritik Prabowo terhadap Menteri Keuangan sebagai pencetak utang, tudingan sandiwara korban lumpur banjir Makassar yang ditemui Sandiaga, pernyataan Rocky Gerung ihwal kitab suci fiksi, dan isu bahwa leluhur Prabowo menangkap Pangeran Diponegoro. "Juga isu hoax terkait utang dari para pendukungnya," kata Yose.

    Baca juga: Kata-kata Dukungan Alumni PL untuk Jokowi yang Menyindir Sandiaga

    Yose mengatakan pemantauan itu mencakup media sosial Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, portal berita online, dan forum online. Dia mengklaim telah mengeluarkan akun bot, yakni akun yang dioperasikan oleh mesin, dari populasi akun yang diamati.

    Yose mengimbuhkan, merujuk beberapa riset sebelumnya, kandidat yang mendominasi percakapan di media sosial berpeluang menang di pemilihan langsung. Dia mencontohkan riset lembaganya saat pemilihan presiden 2014 yang mencatat Jokowi dan Jusuf Kalla menjadi presiden-wakil presiden pilihan netizen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.