Kata-kata Dukungan Alumni PL untuk Jokowi yang Menyindir Sandiaga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Joko Widodo menerima cinderamata berupa sapu lidi dari perwakilan Alumni Pangudi Luhur BerSATU di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu malam, 6 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Joko Widodo menerima cinderamata berupa sapu lidi dari perwakilan Alumni Pangudi Luhur BerSATU di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu malam, 6 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Selembar kain rentang dipasang di kawasan Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu malam, 6 Februari. Spanduk berwarna dasar hitam itu bertulisan kata-kata dukungan alumni Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur (SMA PL) kepada calon presiden-wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin pada pemilihan presiden 2019.

    Kata-kata dukungan ditujukan langsung kepada Jokowi - Ma’ruf namun menyindir calon wakil presiden dari kubu lawannya, Sandiaga Uno. Sandiaga adalah alumni Pangudi Luhur angkatan 1987.

    Baca: Alumni Pangudi Luhur Ungkap Alasan Tak Dukung Sandiaga di Pilpres

    Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, misalnya. Karib Sandiaga yang kini menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf ini menulis, pilpres 2019 menjadi bagian yang harus dimenangkan pasangan calon nomor urut 01 itu.

    Berikut kata-kata dukungan terhadap Jokowi yang menyindir Sandiaga:

    Rosan:
    "Now is Jokowi-Amin turns, yours will be come, Bro."

    Baca: Didukung Alumni PL, Jokowi: Kok, yang Didukung Saya?

    Titus Dewanto, PL angkatan 1984:
    "Sandi Uno teman basket gue, tapi Jokowi tetap pilihan gue."

    Boris, PL angkatan 1987:
    "Heii.. kamu! Tunggu gilirannya setelah Jokowi."

    Ricky Dompas, PL angkatan 1979:
    "Sandiaga Uno adik kelas gue di PL, tetapi Jokowi presiden gue." ‘

    Sagita Suwandi, PL angkatan 1984:
    "Gue PL, gue pilih Uno! Numero Uno!"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.