4 Fakta di Sekitar Jokowi Tuding Prabowo Pakai Propaganda Rusia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kedua kiri) berjoget bersama relawan seusai mengikuti jalan sehat di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Kegiatan jalan sehat tersebut diselenggarakan oleh relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi. ANTARA

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kedua kiri) berjoget bersama relawan seusai mengikuti jalan sehat di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Kegiatan jalan sehat tersebut diselenggarakan oleh relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dituding kubu pesaingnya menggunakan peran konsultan asing untuk Pilpres 2019. Kubu Jokowi - Ma'ruf Amin menyatakan kubu Prabowo menggunakan propaganda Rusia dalam politik.

    Propaganda Rusia ini mengacu pada cara-cara berpolitik dengan cara menyampaikan berita bohong dan fitnah. "Cara-cara berpolitik seperti ini harus diakhiri: menyampaikan semburan dusta, semburan fitnah, semburan hoaks, teori propaganda Rusia," kata Jokowi, Sabtu pekan lalu, 2 Februari 2019. Jika ternyata tidak benar akan minta maaf. “Tapi besoknya keluar lagi pernyataan seperti itu, lalu minta maaf lagi.”

    Baca: Duta Besar Rusia Bantah Jokowi Soal ...

    Berikut empat fakta seputar tudingan Prabowo menggunakan konsultan asing dalam Pilpres 2019:

    1. Badan Pemenangan Nasional Jelaskan Dugaan Awal Soal Konsultan Asing

    Direktur Luar Negeri Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Irawan Ronodipuro membeberkan dugaan awal mula munculnya ide kubu Jokowi melontarkan isu konsultan Rusia. Dia mengatakan isu itu pertama muncul lantaran beredarnya video Prabowo berjabat tangan dengan seorang pejabat Kedutaan Besar Rusia sebelum pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, 14 Januari lalu.

    Irawan mengatakan BPN mengundang sejumlah pejabat tinggi dari kedutaan besar negara sahabat. 13 perwakilan negara yang hadir di antaranya dari Kedubes Australia, Inggris, Belanda, Swedia, Singapura, Uni Eropa, Rusia, India, Jepang, Cina, Malaysia, dan Belanda. Menurut Irawan, Partai Gerindra memang menjalin hubungan dengan kedutaan besar negara-negara sahabat.

    "Kami memiliki hubungan baik dengan negara itu," kata Irawan dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Selasa, 5 Februari 2019. Hubungan diplomasi ini, kata Irawan, adalah hal biasa saja, yang juga dilakukan banyak partai politik. “Apalagi sekarang Pak Prabowo adalah calon presiden."

    Baca: Jokowi Sebut Kutip Propaganda Rusia dari ...

    1. Prabowo Bantah Gunakan Konsultan Rusia

    Prabowo membantah menggunakan jasa konsultan politik dari Rusia selama masa kampanye Pilpres 2019. "Enggak ada konsultan ini. Gimana bayarnya?" kata Prabowo dalam video yang viral di aplikasi pesan instan, Senin, 4 Februari 2019. Menggunakan konsultan asing, selain mahal juga dianggap Prabowo tidak mengerti apa-apa tentang politik Indonesia.

    Prabowo mengakui memang memiliki banyak teman dari berbagai negara karena berbisnis selama 20 tahun terakhir. Menurut dia, kalau pun menggunakan konsultan, ia akan menggunakan konsultan Rusia untuk kepentingan bisnis. "Kalau untuk bidang lain mungkin, untuk ekonomi bisnis dan sebagainya, Tapi kalau politik sama sekali tidak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.