Timses: Pidato Jokowi Upaya Klarifikasi Firehose of Falsehood

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menyampaikan sambutan saat Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Ahad, 3 Februari 2019. Koalisi Alumni Diponegoro untuk Jokowi-Amin terdiri dari alumni-alumni sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Univeritas Diponegoro, UIN Wali Songo, Unisbang, Unika Sugiyapranoto, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggala, Universitas Kristen Satya Wacana.  ANTARA

    Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menyampaikan sambutan saat Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Ahad, 3 Februari 2019. Koalisi Alumni Diponegoro untuk Jokowi-Amin terdiri dari alumni-alumni sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Univeritas Diponegoro, UIN Wali Songo, Unisbang, Unika Sugiyapranoto, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggala, Universitas Kristen Satya Wacana. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pidato lantang Jokowi akhir-akhir ini bukanlah strategi untuk pilpres 2019. Menurut Ace, pidato yang demikian adalah bentuk klarifikasi Jokowi kepada publik lantaran sering diserang berbagai hoax, data yang tidak benar, dan data yang tidak objektif dari lawan politiknya.

    Baca juga: TKN: Jokowi Tidak Menyerang, tapi Melakukan Pendidikan Politik

    "Bagaimanapun, kalau hoax dan serangan yang tidak berdasarkan data itu tidak diklarifikasi langsung oleh beliau (Jokowi), nanti bisa menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat," kata Ace di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.

    Di samping itu, kata Ace, kubu Jokowi menduga Prabowo cs menggunakan strategi yang hampir sama dengan strategi para pelaku politik di negara-negara lain. Strategi itu disebut Ace sebagai Firehose of Falsehood (selang pemadam kebohongan).

    "Itu adalah strategi yang sebetulnya mirip-mirip dengan apa yang dilontarkan kubu 02. Misalnya menyerang terus menggunakan data-data yang diduga mengandung kebohongan, hoax, dan lain-lain," ujar Ace.

    Selain itu, Ace menambahkan, pernyataan-pernyataan bombastis Prabowo hampir di setiap pidatonya, seperti Indonesia punah dan Indonesia bubar, bermaksud untuk menggiring opini publik seolah-olah negara ini berada dalam keterancaman. "Kondisi seperti ini berbahaya buat kelangsungan demokrasi kita, seakan-akan kita ini dalam kondisi yang betul-betul krisis. Padahal sesungguhnya justru sekarang di bawah kepemimpinan Jokowi Indonesia lebih baik," ujar dia.

    "Saya kira (kinerja Jokowi) bisa terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. Dari mulai infrastruktur, pengurangan angka kemiskinan, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat. Itu semua tidak boleh ditutup-tutupi hanya karena efek elektoral," tambah Ace.

    Kemarin, Jokowi menjelaskan alasannya berpidato lantang akhir-akhir ini. Menurut dia, meskipun pidatonya lantang, yang terpenting isi pidatonya menyampaikan kebenaran sesuai data dan fakta yang ada.

    "Yang penting bukan menyampaikan semburan dusta. Yang penting bukan menyampaikan semburan kebohongan. Yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoaks," kata Jokowi di Gelanggang Olah Raga Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Ahad, 3 Februari 2019.

    Baca juga: Mulai Tanggapi Serangan Kubu Prabowo. Jokowi: Masak Diam Terus

    Salah satu momen Jokowi bersuara lantang adalah saat bertemu dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang pada Sabtu kemarin. Jokowi dengan lantang bahwa dirinya tidak takut apapun, meski fisiknya kurus.

    "Saya ini kurus ya. Saya kurus. Tapi perlu saudara ketahui, saya tidak pernah takut apapun untuk kepentingan nasional, bangsa, rakyat kita. Tidak ada rasa takut sedikit pun di hati saya! Enggak ada," kata Jokowi dalam acara silaturahmi paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square, Sabtu, 2 Februari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.