Tim Prabowo Sebut Rudiantara Intimidasi ASN yang Gaji kamu Siapa

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara: Pola Kerja Saracen Sudah Lama Dipantau

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara: Pola Kerja Saracen Sudah Lama Dipantau

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menilai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah mengintimidasi anak buahnya dengan menanyakan siapa yang menggaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Ferdinand mengatakan Rudiantara telah berkampanye serta melakukan pemaksaan kehendak terkait pemilihan presiden 2019.

    Berita terkait: Kominfo Klarifikasi Ucapan Rudiantara Soal yang Gaji Ibu Siapa

     "Rudiantara jelas salah. Tindakan itu masuk kategori kampanye karena mengarahkan orang untuk memilih pasangan 01 dengan mempertanyakan dan mengintimidasi ASN soal gaji dari siapa," kata Ferdinand kepada Tempo, Jumat, 1 Februari 2019.

    Karena masuk kategori kampanye, kata Ferdinand, Rudiantara telah melanggar aturan cuti bagi pejabat negara yang akan berkampanye. Selain itu, dia menilai intimidasi yang dilakukan Rudiantara juga merupakan pidana pemilu dan bisa dikenai kurungan tiga tahun.

    Menurut Ferdinand, Rudiantara seolah menyampaikan bahwa yang mengupah ASN adalah Presiden Joko Widodo. Dia mengingatkan bahwa ASN, bahkan menteri dan presiden, digaji oleh rakyat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    "Bukan uang pemerintah, apalagi dianggap uang Jokowi, ini kesalahan fatal," kata politikus Partai Demokrat ini. "Pemerintah saja digaji rakyat, kok merasa pemerintah yang menggaji ASN?"

    Ucapan Menkominfo Rudiantara soal gaji ASN ini sebelumnya terlontar saat acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis kemarin, 31 Januari. Rudiantara awalnya menanyai audiens, yang merupakan anak buahnya, ihwal stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di kompleks kementeriannya.

    Pertanyaan voting Rudiantara soal preferensi desain stiker, apakah nomor satu atau nomor dua, itu sontak memancing sorak sorai pegawai Kominfo. Rudiantara kemudian menyampaikan bahwa voting itu tak terkait dengan pilpres 2019.

    Setelah divoting, Rudiantara memutuskan desain yang dipilih ialah yang kedua. Namun, dia lantas memanggil seorang perempuan yang memilih desain nomor dua itu dan menanyai alasannya. Jawaban perempuan itu menjurus ke pilpres 2019.

    "Bismillahhirrahmanirrahim, mungkin terkait keyakinan saja Pak. Keyakinan atas visi misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja," kata pegawai itu. Jawaban itu disambut sorakan riuh.

    Rudiantara menukas, dia berujar pertanyaannya menyangkut desain stiker dan bukan pilpres 2019. Berikutnya, dia memanggil orang lain yang memilih desain pertama. Orang itu kemudian menjawab desain stiker pertama lebih cerah.

    "Saya terima alasan yang nomor satu, tapi saya tidak bisa terima alasan nomor dua. Mohon maaf, ibu tidak bicara mengenai desain, terima kasih bu, terima kasih," kata Rudiantara.

    Rudiantara mempersilakan dua pegawai itu turun dari panggung. Namun saat mereka sedang berjalan, dia memanggil kembali pegawai yang memilih desain stiker nomor dua.

    "Bu, Bu, yang bayar gaji Ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa?," tanya Rudiantara.

    Pegawai itu pun menjawab. Rudiantara kemudian menimpali. "Bukan yang keyakinan Ibu? Ya sudah, makasih."

    Tetapi dalam rilis klarifikasi yang dikeluarkan Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu dijelaskan bahwa dalam momen itu Rudiantara ingin untuk meluruskan permasalahan desain yang malah jadi ajang kampanye capres pilihan seorang ASN di depan publik. "Terlihat bahwa ASN tersebut tidak berusaha menjawab substansi pertanyaan, bahkan setelah pertanyaannya dielaborasi lebih lanjut oleh Menkominfo," tulis Ferdinandus Setu..

    Rudiantara, kata Ferdinandus, merasa tak habis pikir mengapa ASN yang digaji rakyat atau pemerintah menyalahgunakan kesempatan untuk menunjukkan sikap tidak netralnya di depan umum. Dalam konteks inilah terlontar pertanyaan “Yang Gaji Ibu Siapa?”.

    Ferdinandus menjelaskan, atas pernyataan “yang menggaji pemerintah dan bukan keyakinan Ibu”, “keyakinan” dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut. Tetapi merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN.

    "Dalam penutupnya sekali lagi Menkominfo Rudiantara menegaskan bahwa posisi ASN yang digaji negara/pemerintah harus netral dan justru menjadi pemersatu bangsa dan memerangi hoaks," kata dia.

    Tonton video viral Yang Gaji Kamu Siapa, Kominfo: digaji negara PNS harus netral disini.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.