Jika Diundang Jokowi - Ma'ruf, Rocky Gerung akan Datang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan dosen Universitas Indonesia, Rocky Gerung, usai perilisan Maklumat Akal Sehat di Jakarta Pusat pada Rabu, 25 April 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Mantan dosen Universitas Indonesia, Rocky Gerung, usai perilisan Maklumat Akal Sehat di Jakarta Pusat pada Rabu, 25 April 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar, menyatakan kliennya itu tak menolak jika diundang pasangan calon Presiden – Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo – Maruf Amin. “Nah 01 (kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin) kan enggak pernah mengundang dia," kata Haris kepada Tempo, Kamis, 31 Januari 2019.

    Berita terkait: Bela Rocky Gerung, Haris Azhar Tetap Akan Golput

     

    Haris Azhar yang juga Direktur Eksekutif Lokataru, lembaga advokasi dan pembelaan hukum dan HAM ini mengatakan Rocky Gerung sebenarnya independen kendati dia kerap dianggap mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. "Bahwa dia sering diundang 02, ya dia hadir.”

    Salah satu penampilan Rocky Gerung terkaIt acara Prabowo adalah dalam Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Pemenangan Prabowo - Sandi yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu, 26/1. Saat itu ia bertemu Prabowo di panggung dan keduanya tampak akrab. Saat keduanya bercipika-cipiki para pendukung bersorak.

    Dalam acara itu Rocky Gerung juga berpidato. Dia mengklaim dirinya bukan tim sukses pasangan calon nomor urut 02 ini. "Saya bukan tim sukses Prabowo Sandi, tapi saya ingin tim ini sukses," kata Rocky.

    Haris mengatakan bahwa Rocky Gerung adalah seorang edukator dan mempunyai rekam jejak panjang mengisi pelbagai diskusi dan pelatihan. Dia, kata Haris, juga banyak mengisi tempat dan forum netral lain.

    Rocky Gerung dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Laporan ini berangkat dari pernyataan Rocky di sebuah stasiun televisi swasta yang menyebut kitab suci sebagai fiksi pada April tahun lalu. Dia menunjuk Haris Azhar sebagai kuasa hukum menghadapi kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.