Debat Capres Tak Pengaruhi Elektabilitas, TKN Jokowi Sebut Wajar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menilai wajar jika hasil survei menunjukkan debat calon presiden perdana belum mempengaruhi elektabilitas pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin.

    Baca: LSI Denny JA: Jokowi Unggul 5-1 atas Prabowo di Debat Capres

    "Bisa dipahami jika dalam debat pertama tidak terlalu memiliki pengaruh besar, karena masih ada empat debat lagi," ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily lewat keterangannya, Rabu, 30 Januari 2019.

    Ace mengatakan, hal tersebut terjadi karena masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihannya, masih ingin melihat konsep visi, misi dan rencana kerja capres selama lima tahun ke depan.

    Hasil sigi Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA menunjukkan, debat pilpres pertama tidak siginifikan mempengaruhi elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    "Survei kami pascadebat menunjukkan bahwa tak ada perubahan signifikan dari elektabilitas kedua pasangan calon," ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di kantor LSI, Jakarta Timur pada Rabu, 30 Januari 2019.

    Baca: LSI Denny JA: Debat Capres Putaran Pertama Minim Penonton

    Survei terbaru LSI Denny JA akhir Januari 2019 menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 54,8 persen, sementara elektabillitas Prabowo - Sandi sebesar 31,0 persen. Pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 54,2 persen. Sementara elektabilitas Prabowo - Sandi sebesar 30,6 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.