Amien Rais Sebut Petahana Sudah Inkompeten dan Harus Diganti

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden no urut 2, Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais (kanan) saat bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah Yogyakarta di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 28 November 2018. Dalam acara ini, Prabowo mengajak warga Muhammadiyah berpartisipasi dalam pemilu 2019. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Calon presiden no urut 2, Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais (kanan) saat bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah Yogyakarta di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 28 November 2018. Dalam acara ini, Prabowo mengajak warga Muhammadiyah berpartisipasi dalam pemilu 2019. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais menyebut bahwa calon presiden inkumben Joko Widodo sudah tak berkompeten memimpin negara. Amien mengatakan maka dari itu Indonesia harus berganti kepemimpinan.

    "Ini petahana sudah inkompeten, tidak kapabel, memang harus diganti," kata Amien dalam acara deklarasi dukungan alumni universitas seluruh Indonesia kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu, 26 Januari 2019.

    Baca juga: Prabowo Sebut SBY dan Amien Rais sebagai Mentor

    Amien menilai semua indikator kinerja pemerintahan menunjukkan kondisi yang kian memburuk dari waktu ke waktu. Dia menyinggung persoalan korupsi yang semakin banyak, utang yang terus bertambah, dan orientasi ekonomi yang disebutnya mengarah ke satu negara tertentu.

    Di hadapan para alumni universitas pendukung Prabowo itu, Amien lantas membahas soal dua golongan masyarakat yang bisa melakukan hal-hal yang berdampak jauh. Yang pertama adalah wartawan, dan berikutnya adalah intelektual kampus.

    Saat membahas wartawan, Amien menyinggung mantan jurnalis The New York Times John Swinton. "Menjelang akhir abad 19 dia mengatakan bahwa ternyata tugas wartawan adalah menghancurkan kebenaran. Dia mengatakan we are intellectual prostitute," kata Amien. "Jadi kami harap media massa kita jangan pernah menjadi pelacur intelektual."

    Ihwal intelektual kampus, Amien mengatakan ada pula intelektual yang menggadaikan obyektivitasnya. Dia lagi-lagi menyebut orang-orang semacam ini sebagai pelacur intelektual.

    "Ada dua kampus yang sudah menggadaikan diri sebagai pelacur intelektual. Mudah-mudahan di akhirat mereka mendapatkan...," kata Amien tanpa melanjutkan perkataannya.

    Amien mengimbuhkan dengan mengajak para pendukung Prabowo yang hadir untuk berjuang demi kemenangan capres penantang ini. Ketua Dewan Kehormatan PAN ini juga mengajak mereka untuk berdoa agar Prabowo-Sandiaga menang.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.