Cerita Kubu Prabowo Soal Persiapan Debat Pilpres Kedua

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Materi dan Debat, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said,  di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Desember 2018. (Andita Rahma)

    Direktur Materi dan Debat, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said, di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Desember 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sudirman Said menuturkan tema debat Pilpres kedua kedua cukup strategis. Saat ini pasangan calon nomor urut 02 tengah melakukan pendalaman dan penyesuaian dengan visi misi.

    “Kami juga menghimpun masukkan dari para ahli,” kata Sudirman di Media Center, Jalan Sriwijaya, Rabu 23 Januari 2019. Debat Pilpres kedua akan berlangsung 17 Februari dengan tema seputar infrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat ini memprtemukan dua capres, yakni Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo.

    Berita terkait: Indikator: Pemilih dari Partai Koalisi Jokowi Terpevah ke Prabowo

     

    Soal isu infrastruktur, menurut Sudirman, pemerintahan sekarang memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah pembangunan jalur kereta di Sumatera, yang belakangan dikritik Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Menurutnya kritik ini semakin relevan dengan data World Bank yang mengatakan banyak masalah dalam perencanaan dan penganggaran.

    Mantan Menteri ESDM itu menuturkan, dalam soal energi, Prabowo akan menyampaikan perkara energi terbarukan. Ia mengatakan ketergantungan pada fosil dalam jangka panjang dan menengah harus dikurangi, dan impor bahan bakar minyak perlu dikelola. Soal ini sebetulnya sudah sesuai dengan rencana awal dan Undang-Undang energy. “Tetapi pemerintahan Jokowi-JK sekarang tidak banyak memperhatikannya.”

    Mengenai isu soal pangan, Sudirman menyoroti persoalan yang belakangan cukup mencuat, yakni aksi petani yang membuang produknya karena harga jual sangat murah. Untuk itu, Prabowo - Sandiaga dalam visi misinya mencoba membuat harga pangan tetap terjangkau.

    Artinya bukan berarti harga menjadi murah, tetapi masyarakat dapat menjangkau. “Harga boleh naik, kalau masyarakat bisa menjangkau, kan, bagus. Tapi sebaliknya, harga turun kalau masyarakat tidak punya kemampuan daya beli juga tidak bagus,” kata calon Legislatif dari partai Gerindra ini.

    Dari sekian banyaknya isu tersebut, menurut Sudirman, tim debat akan melakukan kurasi karena waktu debat yang sangat terbatas. Tim akan memilih isu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

    Adapun ahli yang urun rembug ikut mempersiapkan debat Pilpres, salah satunya, adalah Drajad Wibowo, ekonom sekaligus Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN). “Mas Drajad termasuk yang kami undang. Kemudian orang-orang yang berkecimpung di energi pasti kita undang, yang pangan juga,” ujar dia.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.