Debat Segmen 2, Ini Sentimen Positif-Negatif Jokowi dan Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Jokowi - Ma'ruf mendapat sentimen negatif sebesar 12 persen saat debat pilpres segmen kedua yang digelar Kamis malam, 17 Januari 2019. Sentimen negatif ini disebabkan pasifnya Ma'ruf Amin. Dalam segmen dua, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden diminta untuk memberikan pandangan dan solusi mengenai permasalahan penegakan hukum di Indonesia.

    Baca juga: Debat Soal Terorisme, Ma'ruf Amin Kutip Potongan Ayat Al Quran

    “Akibatnya, muncul sentimen negatif dari netizen sebesar 12 persen terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01,” kata Founder of PoliticaWave, Yose Rizal, melalui keterangan tertulis pada Jumat, 18 Januari 2019. Selain itu, netizen juga melihat Jokowi tidak membaca konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat perihal pengambilalihan kekuasan legislatif.

    Meski begitu, Jokowi-Ma’ruf berhasil meraup suara sentimen positif sebesar 88 persen. Sebab, keduanya dianggap menjadikan kepastian hukum sebagai prioritas utama. Jokowi juga menyeruakan rencananya untuk menggabungkan seluruh fungsi legislasi untuk menjamin tidak adanya aturan yang tumpang tindih.

    Apalagi, Jokowi sempat menyerang calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan membawa kasus hoaks yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, yang kala itu menjabat sebagai juru kampanye Prabowo. “Jangan grasa-grusu. Misalnya juru kampanye bapak. Katanya dianiaya, kemudian konferensi pers, apa yang terjadi? Ternyata operasi plastik,” kata Jokowi dalam debat semalam yang langsung menuai gelak tawa.

    Baca juga: Debat Capres, Prabowo Cerita Pernah Gabung Satuan Antiteror

    Untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendapat sentimen negatif yang lebih besar yakni 44 persen. Netizen menolak gagasan Prabowo yang akan menaikkan gaji PNS untuk mencegah perbuatan melanggar hukum. Angka sentimen semakin besar manakala serangan Jokowi perihal kasus hoaks Ratna Sarumpaet dilontarkan dan isu kasus HAM 1998.

    Pernyataan Prabowo yang direspon positif oleh netizen hanya ketika dirinya menyatakan bahwa Presiden adalah chief atau penanggung jawab utama di suatu negara. Ia berhasil memperoleh angka sentiment positif sebesar 56 persen.

    Debat Pilpres 2019 semalam dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta. Berlangsung selama 90 menit sejak pukul 20.00 WIB, debat terbagi menjadi enam segmen yang memaparkan lengkap visi dan misi kedua calon pasangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.