Debat Capres, Desmond: Semoga Prabowo Tak Nakal Sebut Wiranto

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Desmond J Mahesa menganggap tak masalah seumpama isu penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997/1998 muncul dalam debat capres pada Kamis, 17 Januari 2019. Desmond berujar, pertanyaan serupa juga sudah muncul saat debat pilpres 2014 saat Prabowo dan Hatta Rajasa berhadapan dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    Baca: Debat Capres, Kubu Jokowi Siapkan Gimik Politik untuk Ma'ruf Amin

    Salah satu korban penculikan oleh Tim Mawar ini hanya berujar, dia berharap Prabowo tak balik melontarkan pertanyaan usil kepada Jokowi. Sebab, kata Desmond, beberapa orang yang terindikasi terlibat pelanggaran HAM berat masa lalu pun kini ada di lingkaran Jokowi.

    "Kalau itu muncul, ya, mudah-mudahan Pak Prabowo tidak nakal menyebut nama orang yang lebih bertanggung jawab. Ya, misalnya Wiranto," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

    Prabowo Subianto disebut-sebut terlibat dalam penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997/1998. Ketika itu, Prabowo menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. Adapun Wiranto ketika itu menjabat sebagai Panglima ABRI.

    Baca: Sandiaga Klaim Tak Siapkan Simulasi Debat Capres untuk Menyerang

    Desmond mengungkit, dalam debat pilpres 2014, Prabowo sudah menyampaikan sinyal keterlibatan pihak lain dalam penculikan dan penghilangan paksa itu. Kata dia, Prabowo hanya menjalankan komando atasannya ketika itu. "Yang bertanggung jawab secara komando siapa? Wiranto. Kalau ini disebut, ya rame lagi ini barang," ujarnya.

    Hal senada disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra yang juga eks aktivis korban penculikan, Pius Lustrilanang. Pius mengatakan isu penculikan dan penghilangan paksa yang menyerang Prabowo itu sudah tak menarik.

    "Udah enggak menarik. Menurut saya udah enggak ngefek, karena yang mendengarkan itu-itu aja, yang melontarkan itu-itu aja," ujar Pius kepada Tempo, Ahad, 13 Januari 2019.

    Debat pertama pilpres 2019 akan berlangsung pada Kamis malam, 17 Januari 2019. Adapun tema yang diangkat yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.