Soal Tes Baca Al Quran, Kubu Prabowo Belum Beri Jawaban ke IDA

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simamjuntak, calon presiden Prabowo Subianto, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengenakan rompi jins kostum baru mereka di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. Istimewa

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simamjuntak, calon presiden Prabowo Subianto, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengenakan rompi jins kostum baru mereka di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Dewan Ikatan Dai Aceh (IDA) menyambangi markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di kawasan Kebayoran Baru, hari ini, Senin, 14 Januari 2019, sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus menagih jawaban resmi atas undangan tes baca Al Quran yang ditujukan untuk dua pasangan kandidat capres.

    Baca: Belum Ada Capres-Cawapres yang Daftar Tes Baca Al Quran di Aceh

    "Hari ini kami kemari, ke Media Center BPN 02, kami ingin menanyakan jawaban resmi dari kedua kandidat, tapi saat ini dari bapak Prabowo," kata Ketua IDA, Tgk Marsyuddin Ishak pada wartawan di media center BPN.

    Dari keterangan Ishak, kunjungan ke BPN ini belum mendapatkan jawaban resmi seperti yang ia harapkan. Alasannya, kata dia, baik Prabowo, Sandiaga, maupun pihak BPN tak ada di lokasi lantaran sedang ada keperluan lain.

    "Kata pihak sekretariat tadi lagi mempersiapkan acara yang besar, mungkin akan dirapatkan kembali, insya Allah dalam waktu dekat akan kami terima jawabannya," ujar dia.

    Baca: Amien Rais Sebut Tes Baca Al Quran untuk Capres Tidak Relevan

    Sebelumnya, pada 29 Desember 2018, Ikatan Dai Aceh menantang kedua paslon untuk tes baca Al Quran. Tantangan ini mendapat berbagai respons dari kubu Joko Widodo, kubu Prabowo, hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu.

    Dari kubu Jokowi misalnya, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, mengatakan tantangan tes baca Al Quran ini merupakan bumerang bagi kubu Prabowo. Sebabnya, menurut Hasto, tim Prabowo kerap menggunakan isu agama dalam berpolitik.

    “Kami melihat ini cara masyarakat Aceh untuk mengoreksi pemimpinnya yang mencoba menggunakan isu-isu agama,” kata Hasto 30 Desember 2018 lalu.

    Dari kubu Prabowo, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku tak masalah jika seandainya tes baca Al Quran itu benar dilaksanakan. Meski demikian, Sandiaga curiga wacana tes baca Qur'an itu tak lain adalah permainan politik identitas dari lawan politiknya.

    Baca: Adik Gus Dur Anggap Tes Baca Al Quran bagi Capres Tidaklah Urgen

    "Apa pun keputusan KPU, no problem, kami ikuti saja. Tidak menjadi masalah untuk saya. Tapi banyak yang mengatakan kepada saya, ini permainan politik identitas ya. Isu saya ekonomi," ujar Sandi 31 Desember 2018 lalu.

    Menurut Ishak, alasannya membuat tantangan tes baca Al Quran ini karena saat ini politik identitas sedang dimainkan. Ia mengaku geram lantaran kedua kubu saling membuat klaim soal siapa yang paling Islam. "Paling parahnya ada beberapa kalangan yang mengkafirkan kalangan lain. Ada pula sentimen kalau milih si A masuk surga, milih B masuk neraka. Nah kami di Aceh merasa harus ikut berbuat dalam hal ini," tutur Ishak. "Kami tantang kedua pasangan calon, kami undang ke Aceh untuk di tes baca Al Quran."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.