Kubu Jokowi Tuding Seribu Titik Kunjungan Sandiaga Hoax

Reporter

Editor

Amirullah

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyapa masyarakat saat kunjungan di Kampung Nelayan Pasir Putih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya Sandiaga Uno menjelaskan perlindungan dalam bidang kelautan harus meningkatkan kesejahteraan para nelayan seperti asuransi dan pendanaan. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, menyebut seribu titik kunjungan yang baru-baru ini dirayakan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, sebagai hoaks. "Seribu titik yang dirayakan oleh Sandiaga adalah seribu titik hoaks," kata Inas dalam siaran tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 13 Januari 2019.

Baca: Cerita Sandiaga Soal Amin Rois, Kader Miitan PKS di Gerobogan

Inas menilai, butuh waktu sekitar 10 bulan untuk mencapai seribu titik kunjungan saat berkampanye. Ia menuturkan 10 bulan yang lalu ialah bulan April 2018. Sedangkan pertama kali Sandiaga Uno dipilih jadi cawapres oleh Prabowo pada Agustus 2018 dan ditetapkan sebagai capres dan cawapres pada September 2018. "Pertanyaannya gini nih, berapa titik sih dalam sehari yang bisa dia datengin dan berapa lama dia berada di titik tersebut?" ujarnya.

Perkiraan waktu 10 bulan itu didapat Inas melalui perhitungan. Politikus Hanura itu menjelaskan, kalau mau sosialisasi secara benar, maka di setiap titik membutuhkan waktu minimal 2 jam yang dihitung sejak dateng hingga meninggalkan tempat acara.

"Persoalannya, apakah Sandiaga sosialisasinya dari satu titik ke titik lain pake sim salabim atau terbang seperti burung? Atau bisa juga melata pake mobil sambil dadah-dadah di jalan yang dilewati," katanya.

Baca: Datang ke PKS, Sandiaga: Ini Acara Pertama Tanpa Invasi Emak-emak

Ia melanjutkan, "Enggak mungkin sim salabim kan? Jadi, dari satu titik ke titik lain butuh waktu juga, kita anggap saja 2 jam deh."

Menurut Inas, jika di tempat acara butuh 2 jam dan di perjalanan 2 jam, maka butuh waktu untuk setiap titik adalah 4 jam. Sedangkan jika dalam satu hari yang bisa dijangkau 5 titik saja, maka total waktu yang dibutuhkan adalah 20 jam dan sisa 4 jam dalam sehari untuk istirahat.

Untuk memenuhi seribu titik, kata Inas, dibutuhkan waktu seribu dibagi 5, yakni 200 hari. "Nah! Mulai kebuka nih ngibulnya Sandiwara Uno.... eehhh Sandiaga Uno... Ha-ha-ha-ha. Apakah Sandiaga akan bersosialisasi setiap hari? Atau 30 hari dalam sebulan? Paling top dalam sebulan hanya 20 hari bersosialisasi! Jadi membutuhkan waktu 10 bulan untuk mencapai seribu titik," ucapnya.






Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

1 jam lalu

Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

Bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk korban banjir di Provinsi Sindh telah tiba di Karachi, Pakistan


Luhut Sebut Jokowi Minta Pengadaan Mobil Listrik untuk Pejabat Dianggarkan di APBN

3 jam lalu

Luhut Sebut Jokowi Minta Pengadaan Mobil Listrik untuk Pejabat Dianggarkan di APBN

Luhut menuturkan saat ini pemerintah sedang menyusun perencanaan pengadaan mobil listrik.


Luhut Bicara Mobil Listrik untuk Pejabat: Saya Sudah Pakai

4 jam lalu

Luhut Bicara Mobil Listrik untuk Pejabat: Saya Sudah Pakai

Luhut juga mengaku sudah memiliki mobil listrik.


Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

4 jam lalu

Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

Jaleswari menyebut absennya Lukas Enembe dalam panggilan KPK itu sebagai ironi. Sebab, seharusnya pejabat sekelas dia dapat memberikan contoh.


Rachmat Gobel: Cadangan Aspal Buton Cukup untuk Swasembada Hingga 125 Tahun

4 jam lalu

Rachmat Gobel: Cadangan Aspal Buton Cukup untuk Swasembada Hingga 125 Tahun

"Kita sudah dianugerahi kekayaan alam aspal tapi malah disia-siakan," ujar Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.


8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

4 jam lalu

8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

Setelah dicopot dari jabatan ketua umum PPP, Suharso Monoarfa ditunjuk Jokowi sebagai Koordinator SDGs 2024.


Muhadjir Diperintah Jokowi: Terjun ke Provinsi Sindh, Lokasi Terparah Banjir Pakistan

6 jam lalu

Muhadjir Diperintah Jokowi: Terjun ke Provinsi Sindh, Lokasi Terparah Banjir Pakistan

Muhadjir diminta Jokowi mewakili pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Pakistan.


Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

6 jam lalu

Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

Berita terkini hingga petang ini dimulai dari dampak yang dirasakan Indonesia akibat resesi global yang diproyeksikan terjadi tahun depan.


Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

8 jam lalu

Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

"Di sini (Buton) produksi malah tidak dijalankan, impor (aspal) terus," kata Jokowi dalam tayangan yang disiarkan Sekretariat Presiden.


Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

8 jam lalu

Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Jokowi bukan orang yang serendah itu untuk serta-merta menerima jika diajukan sebagai calon wakil presiden.