Cerita Sandiaga Soal Amin Rois, Kader Miitan PKS di Gerobogan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Ahad,13 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Ahad,13 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku bertemu dengan seorang kader Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang dinilainya militan saat tengah berkunjung ke Grobogan, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Sandiaga saat menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Dewan Pimpinan Pusat PKS di kantornya, Jakarta Selatan pada hari ini, Ahad, 13 Januari 2019.

    Baca juga: Tim Delapan untuk Debat Capres Prabowo - Sandiaga, Siapa Mereka?

    Menurut Sandiaga, seorang kader PKS bernama Amin Rois mendatanginya dengan cemas saat dia sedang berkampanye di sebuah hutan wisata. Kata dia, Amin Rois meminta maaf lantaran tak bisa mendatangkan banyak massa.

    "Pak Sandi, mohon maaf kami tidak bisa membuat ramai karena banyak sekali yang mau datang di sini dihadang karena ada indikasi iming iming dan lain sebagainya," kata Sandiaga bercerita.

    Sandiaga mengaku meminta Amin agar tak takut dengan penghadangan-penghadangan itu. Dia melanjutkan, Amin juga meminta maaf lantaran banyak spanduk dari kubu pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang terpasang di area kunjungan Sandiaga. Namun, Sandiaga mengaku dirinya tak masalah perihal itu.

    "Saya bilang ke Amin Rois ini, enggak apa-apa berarti mereka juga memberikan sambutan kepada saya dan ini merupakan keberkahan bagi kita semua," kata pasangan calon presiden Prabowo Subianto ini.

    Baca juga: Di Pesantren, Sandiaga Kembali Sebut Ekonomi Indonesia Liberal

    Sandiaga lantas mengucapkan terima kasih kepada Presiden PKS Sohibul Iman atas bantuan kader partai dakwah itu dalam kampanyenya selama ini.

    "Pak Presiden, terima kasih wabil khusus kader-kadernya yang sangat militan di kabupaten, kota, dan provinsi yang berjuang bersama-sama. Dan arah perubahan itu semakin kental terasa," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.