Timses Jokowi Ungkap Alasan Ma'ruf Amin Didampingi Tim Khusus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima mengungkap alasan Ma'ruf Amin perlu didampingi tim khusus menjelang debat kandidat capres-cawapres di pemilihan presiden 2019. Salah satunya, kata dia, supaya bisa mengintegrasikan antara nawacita 2019-2024 dengan 2014-2019.

    Baca: Cerita Meutya Hafid Bertemu Ma'ruf Amin Persiapkan Debat Capres

    "Itu secara khusus disampaikan, diberikan coaching untuk disampaikan. Karena apa? nawacita 2019-2024 merupakan akibat, atau rangkaian dari nawacita 2014-2019," ujar Aria Bima saat ditemui di bilangan Kemayoran, Jakarta pada Jumat,11 Januari 2018.

    Menurut Aria, hal tersebut perlu untuk bisa memperdalam visi misi seiring kebijakan dan program pemerintah yang masih, akan, dan yang sudah dilakukan. "Inilah tim coaching-nya (Ma'ruf) menyampaikan narasi besarnya seperti apa sampai pada kebijakan program dan kegiatan mengenai nawacita 2019-2024," ujar Aria.

    Selain tim khusus, Aria menambahkan, Ma'ruf juga akan dibantu oleh Deddy Mizwar yang selama ini bertugas 'menempel' Ma'ruf, dalam mendalami materi.

    Baca: Selain Tina Talisa, 9 Tokoh Poles Jokowi - Ma'ruf Amin di Debat

    "Jadi, intinya tidak terlalu sulit menyinkronkan Pak Kiai dengan Pak Jokowi, karena Pak Kiai Ma'ruf juga seorang intelektual, seorang dosen yang banyak berkecimpung di dunia pendidikan, data-data, analisis, semua itu membuat Pak Kiai enggak kesulitan," ujar dia.

    Eks presenter Meutya Hafid yang bertugas 'memoles' Ma'ruf Amin mengatakan, sudah bertemu dengan calon wakil presiden pendamping Jokowi itu untuk membahas persiapan debat. Menurut Meutya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ma'ruf seperti pembatasan waktu yang ketat. Waktu satu sampai dua menit, kata Meutya, harus digunakan seefektif mungkin.

    Baca: Menuju Debat Cawapres, 2 Hal yang Dipoles dari Ma'ruf Amin

    Wakil Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf ini menambahkan, mereka juga menjelaskan kepada Ma'ruf Amin soal segmentasi debat dan masalah teknis. "Agar lebih mengenal pola debat," kata dia, Selasa, 8 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.