Jokowi - Ma'ruf Akan Lakukan Simulasi Debat Capres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Aria Bima, mengatakan pasangan calon nomor urut 01 ini akan melakukan satu kali simulasi menjelang debat capres 2019.

    Baca: Moeldoko Sebut Agenda Jokowi Tak Ganggu Persiapan Debat Capres

    "Akan ada coaching berbarengan nanti. Hanya sekali saja (simulasi). Waktu pelaksanaannya tentu dirahasiakan," kata Aria Bima saat ditemui Tempo di acara penutupan Rakornas PDIP, Jiexpo Kemayoran pada Jumat, 11 Januari 2019.

    Beberapa eks presenter dan sejumlah politikus serta kalangan kreatif akan membantu mempersiapkan penampilan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Tiga eks presenter yang membantu yakni; Tina Talisa, Meutya Hafid dan Putra Nababan.

    Adapula para politikus yang terlibat yakni; Politikus PKB Abdul Kadir Karding dan Lukman Edy, Politikus PDIP Aria Bima, dan Politikus Golkar Rizal Mallarengeng. Adapula tokoh kreatif seperti Fiki Satari dan Ipang Wahid, serta Pemimpin Redaksi Media Indonesia (non-aktif) Usman Kansong dan Direktur Pemberitaan MNC TV (non-aktif) Arya Sinulingga yang turut membantu.

    Eks Presenter Tina Talisa mengatakan, persiapan yang dilakukan oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin menjelang debat kandidat fokus kepada dua hal, yakni; substansi dan cara penyampaian substansi.

    "Sebab tujuan debat tentu memberi kesempatan kepada publik mendengar  substansi dan juga bagaimana penyampaian substansi itu sendiri," ujar Tina Talisa kepada Tempo, Selasa, 8 Januari 2019.

    Politikus NasDem ini mengatakan, secara umum, substansi yang ingin disampaikan paslon tentunya banyak dan luas, namun batas waktu yang telah ditentukan sesuai teknis yang disepakati bersama KPU, harus diperhatikan. "Jadi perlu dipilah-pilah (substansi yang akan disampaikan). Penyampaian substansi juga menjadi kunci durasi yang ditetapkan setiap segmen," ujar dia.

    Tina enggan berbicara lebih banyak soal sejauh mana persiapan debat yang telah dilakukan oleh timnya. "Biarlah itu tim saja yang tahu. Publik biar fokus pada paslon saja, saat 17 Januari" ujar dia.

    Debat kandidat pertama akan digelar pada Kamis, 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta. Debat pertama  mengangkat tema "Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme".

    Simak juga: Ira Koesno Ingin Debat Capres Berlangsung Panas

    Direktur Konten TKN Fiki Satari yang juga masuk dalam tim khusus debat capres mengatakan, sejauh ini yang sudah dilakukan tim diantaranya menginventarisir isu dan materi sesuai topik. Tim juga sudah menunjuk para pakar yang akan membantu mempertajam materi debat. Ahad pekan lalu, tim menggelar rapat koordinasi bersama para pakar untuk membahas materi debat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.