Debat Capres Berdampak pada Elektabilitas dan Pemilih Mengambang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan intensitas suara pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). ANTARA/Wahyu Putro

    Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan intensitas suara pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan debat capres untuk pemilihan presiden 2019 dapat mendongkrak elektabilitas calon presiden-wakil presiden, baik Jokowi - Ma'ruf Amin maupun Prabowo - Sandiaga Uno. Berdasarkan riset Indikator sebelumnya, kata Burhanuddin, debat terbukti memiliki dampak signifikan di level nasional.

    Burhanuddin membeberkan salah satu faktor yang mengerek keterpilihan Jokowi pada pilpres 2014 adalah penampilannya dalam debat pertama. Peristiwa itu menjadi titik balik bagi pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla yang ketika itu dianggap remeh. "Di debat pertama Jokowi justru melampaui ekspektasi yang diharapkan publik," kata Burhanuddin di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

    Baca: Tina Talisa: Tim Debat Capres Jokowi - Ma'ruf ...

    Di sisi lain, Prabowo kala itu justru tampil tak terlalu bagus. Ketua Umum Partai Gerindra itu awalnya dinilai bakal tampil cemerlang, tetapi hasil riset Indikator menyatakan sebaliknya. Sehingga sebagian besar responden menyatakan Jokowi-JK lebih unggul. "Itu hasil assesment dari responden, kurang lebih 70 persen yang mengikuti debat."

    Kendati berpotensi mendongkrak elektabilitas, Burhanuddin menduga debat tak akan berdampak terhadap pemilih loyal. Menurut dia, di kalangan die hard voters ini debat hanya akan berdampak minimal.

    Baca: Kubu Jokowi: Tim Prabowo Minta ke KPU Tidak Ada Debat Capres ...

    Burhanuddin memperkirakan debat berpotensi memengaruhi pemilih mengambang (swing voters) dan mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters). "Pemilih jenis ini sangat mungkin terpengaruh oleh performa dari masing-masing paslon di debat nanti." Pemilih mengambang ini merupakan pemilih yang tidak membabi buta atau fanatik.

    Jika performa debat salah satu pasangan calon meyakinkan, kata Burhan, pemilih mengambang bisa saja mengalihkan dukungannya. "Efeknya akan lebih kuat di kalangan swing voters, terutama yang belum punya pilihan apa pun, yang indifferent," ujarnya.

    Pada sigi terbaru Indikator, jumlah pemilih mengambang dan pemilih yang belum megambil keputusan berada di kisaran 25 persen. Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 54,9 persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga 34,8 persen. Survei digelar pada 16-26 Desember lalu dengan 1.220 responden dan margin of error plus minus 2,9 persen.

    Simak: Sandiaga Uno Setuju Pertanyaan Debat Capres ...

    Debat capres pertama pilpres 2019 dihelat Kamis pekan depan, 17 Januari di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Debat akan mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

    Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Mardani Ali Sera mengatakan jagoannya bakal tampil prima di debat capres nanti. Mardani mengatakan 25 persen swing voters dan undecided voters menjadi ceruk suara yang masih berpeluang mengerek elektabilitas Prabowo - Sandiaga. "Perform better dan pastikan bisa reach out sebanyak mungkin di dalam debat," ujar Mardani di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.