Kata Keluarga Soal Video Viral Ma'ruf Amin Bicara Kasus Ahok

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak ke-empat Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi (kedua kiri) muncul ke media dengan memperkenalkan Markas Terpadu Champion 19 Poros Nyata Laskar Kiai Ma'ruf Amin (Master C19 Portal KMA) yang berlokasi di Jalan Cirebon Nomor 19, Menteng. Grand Launching markas ini akan digelar pada awal Januari 2019 mendatang. Tempo/Dewi Nurita

    Anak ke-empat Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi (kedua kiri) muncul ke media dengan memperkenalkan Markas Terpadu Champion 19 Poros Nyata Laskar Kiai Ma'ruf Amin (Master C19 Portal KMA) yang berlokasi di Jalan Cirebon Nomor 19, Menteng. Grand Launching markas ini akan digelar pada awal Januari 2019 mendatang. Tempo/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Ma'ruf Amin merespon positif video calon wakil presiden nomor urut 01, yang viral di media sosial karena menyatakan menyesal telah turut andil membuat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipenjara. Di media sosial, video itu menuai berbagai respon negatif dan positif.

    Baca: Timses Jokowi Tanggapi Video Viral Ma'ruf Amin Bicara Kasus Ahok

    Menurut putra Ma'ruf, Ahmad Syauqi, penjelasan Ma'ruf dalam video itu menjernihkan posisi Ma'ruf sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat bersaksi dalam sidang kasus Ahok.

    "Inti dari pernyataan Abah tersebut narasinya bukan keinginan pribadi tapi penegakkan hukum dan bukan memusuhi secara pribadi. Artinya, dalam kasus Ahok pada waktu itu, hukum memang harus ditegakkan atas pelanggarannya bukan personalnya," ujar Putra Ma'ruf, Ahmad Syauqi saat dihubungi Tempo pada Jumat, 4 Januari 2019.

    Terkonfirmasi, potongan video berdurasi 48 detik yang viral itu, merupakan bagian dari wawancara Ma'ruf dengan salah satu media. "Iya, tentu saja (menyesal). Cuman karena terpaksa saja kan. Siapa yang ingin memenjarakan orang kan. Gak mau kan. Tapi karena terpaksa. Situasi pada waktu itu prosesnya penegakan hukum. Apa boleh buat, dengan rasa terenyuh. Walaupun habis itu saya juga minta maaf, karena juga tidak ingin menyusahkan orang, tidak ingin," begitu pernyataan Ma'ruf dalam video itu.

    Baca: Komunitas Santri: Kiai Ma'ruf Amin Tak Bisa Mewakili Semua Santri

    Menurut Syauqi, apa yang disampaikan Ma'ruf dalam video itu sangat jelas. Ada dua hal yang ingin disampaikan. Pertama, sisi penegakkan hukum bahwa Ma'ruf harus tegas dalam konteks hukum. Kedua, sisi humanis bahwa apa yang ditegaskan Ma'ruf kala itu bukan berdasarkan kebencian.

    "Semua akan menjadi paham dan memang kadang semuanya tidak langsung begitu saja paham. Yang penting, semuanya tidak cepat menyimpulkan dan tidak gampang memvonis orang," ujar Syauqi.

    Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Ma'ruf di video itu hanya menunjukkan sosok Ketua MUI itu sebagai seorang pemimpin dan seorang ulama yang selalu menjawab berbagai persoalan.

    "Pernyatan beliau merupakan sesuatu hal yang sangat menunjukkan beliau memang seorang ulama yang selalu menjawab pertanyaan wartawan, sementara yang disana mencurigai wartawan," ujar Hasto Kristiyanto saat dimintai tanggapan ihwal video itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.