Kubu Jokowi Serang Andi Arief Soal Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ramai-ramai menyerang politikus Demokrat Andi Arief karena dianggap menebar hoax atau hoaks 7 kontainer surat suara sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Baca: Cuitkan 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos, Andi Arief Hapus Twit

    "Isu hoaks yang sengaja ditebar oleh pihak Prabowo, oleh Andi Arief, itu betul-betul hoaks yang sangat murahan. Andi Arief harusnya malu tidak mengecek dulu," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding lewat keterangannya, Kamis, 3 Januari 2019.

    Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani juga bersuara. Ia mengatakan TKN mempertimbangkan untuk membawa kasus penyebaran hoaks yang diduga dilakukan oleh Andi Arief ini ke ranah hukum. "Kecuali yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf dan mengakui perbuatan menyebarkan hoaks tersebut," ujar anggota Komisi III DPR RI itu.

    Komentar juga disampaikan oleh Ketua DPP Golkar Ace Hasan Shadzily. Ia menduga ada yang sedang merancang skenario dari awal untuk mendelegitimasi hasil pemilu dengan alasan pemilu curang. "Ini jelas tindakan yang berbahaya. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah," ujar Ace lewat keterangan tertulis.

    Baca:  Hoax 7 Kontainer Surat Suara, KPU Minta Polisi Cek Akun Penyebar

    Senada dengan Ace, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai yang dilakukan Andi Arief semakin membuktikan adanya penggunaan skenario menciptakan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu dengan cara-cara tidak beradab. "Ini bertujuan memasukkan opini pemilu sepertinya curang, padahal Pak Jokowi kepemimpinannya sangat demokratis dan menghormati independensi penyelenggara pemilu," ujar Hasto lewat keterangannya pula.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, orang seperti Andi Arief harus diberi sanksi berat. "Kalau di PSI, pe-non-aktifan mungkin, sehingga citra partai tidak terganggu oleh orang ini," ujar Antoni.

    Menanggapi berbagai komentar tersebut, Andi Arief hanya santai dan malah menyalahkan kubu Jokowi. "Hasto Sekjen PDIP buta huruf. Suruh baca tweet saya dengan jelas. Saya mengimbau supaya dicek. Karena isu itu sudah dari sore muncul. Bahkan Ketua KPU sendiri mengakui dia mendapat kabar dari sore. KPU bergerak setelah imbauan saya," cuit Andi Arief lewat akun twitter-nya.

    Baca: Cuitan Andi Arief: Jenderal Kardus hingga 7 Kontainer Surat Suara

    KPU bersama Bawaslu melakukan pengecekan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu malam, 2 Januari 2019. Ketua KPU Arief Budiman menyatakan kabar tersebut tidak benar. "Kami memastikan berdasarkan keterangan dari Bea Cukai tidak ada berita itu. Tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu. Tidak benar KPU telah menyita satu kontainer tersebut. Semua berita bohong," ujar Arief, kemarin malam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.