Kubu Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Lebih Peduli Bencana

Reporter

Calon presiden Prabowo Subianto (duduk kiri) berbincang dengan capres inkumben Jokowi disaksikan Ma'ruf Amin (kanan) dan Sandiaga Uno saat pengambilan nomor urut capres di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Calon presiden inkumben Jokowi, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, atau Jokowi - Ma'ruf, mendapat nomor urut 1. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Kubu dua pasangan calon presiden-wakil presiden menyatakan lebih peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan akan menambah anggaran untuk pengadaan alat pendeteksi tsunami setelah kejadian tsunami di Selat Sunda. Calon presiden nomor urut 01 yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma’ruf Amin ini meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menambah alat pendeteksi.

Baca: Jokowi Minta BMKG Lengkapi Alat Pendeteksi Dini Tsunami

Kubu calon presiden Prabowo Subianto-calon wakil presiden Sandiaga Uno tak mau kalah menunjukkan perhatiannya terhadap bencana. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan Prabowo akan membentuk kementerian urusan bencana jika terpilih menjadi presiden.

Ide membentuk kementerian urusan bencana, kata Dahnil, muncul setelah berkaca pada buruknya manajemen pemerintahan Jokowi dalam menangani bencana. Dahnil menuding pemerintah tidak peduli terhadap ancaman bencana alam. “Ini ditunjukkan dengan tiadanya sistem yang mumpuni untuk penanggulangan bencana,” kata dia, Senin lalu.

Dahnil menambahkan, selama ini kekuatan penanganan bencana di Indonesia hanya bertumpu pada solidaritas masyarakat. "Early warning system tsunami saja bisa rusak atau hilang dicuri," kata dia.

Menanggapi Dahnil, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menyebut pernyataan Dahnil sebagai hal yang keliru. Sebab, kata dia, Indonesia telah memiliki badan khusus untuk menangani bencana, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca: Kubu Jokowi Nilai Rencana Kementerian Bencana Kubu Prabowo Keliru

Ace menjelaskan, pembentukan BNPB diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ini adalah badan khusus yang menangani bencana, langsung di bawah presiden. Ace menilai BNPB sudah mampu bekerja dengan baik terhadap penanganan bencana, terlihat dari bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, Palu, serta tsunami di Banten dan Lampung. "BNPB telah mampu bekerja dengan sigap, cepat, tanggap, dan responsif," kata Ace, Selasa, 1 Januari 2019.

Dia mengatakan pemerintah berkomitmen dalam penanggulangan bencana ini. Dia mengklaim BNPB memiliki anggaran khusus sebesar Rp 619 miliar pada 2019. Ace juga menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp 6,5 triliun jika terjadi bencana.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap BNPB, Ace mengatakan, Jokowi juga akan melantik pengganti Laksamana Muda Willem Rampangilei untuk jabatan Kepala BNPB hari ini. Willem Rampangilei dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPB pada 7 September 2015.

FIKRI ARIGI | VINDRY FLORENTIN | REZKI ALVIONITASARI






Jokowi soal Pertemuan dengan Surya Paloh Bahas Reshuffle: Mau Tau Aja

11 menit lalu

Jokowi soal Pertemuan dengan Surya Paloh Bahas Reshuffle: Mau Tau Aja

Di sisi lain, Jokowi masih memberikan jawaban yang sama ketika ditanya soal reshuffle.


Jokowi Meyakini ASEAN Masih Relevan bagi Rakyat dan Kawasan

1 jam lalu

Jokowi Meyakini ASEAN Masih Relevan bagi Rakyat dan Kawasan

Jokowi yakin ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.


Jokowi Resmi Memulai Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

1 jam lalu

Jokowi Resmi Memulai Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Jokowi meyakini ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat dan kawasan. Ia yakin ASEAN akan berkontribusi bagi stabilitas di Indo-Pasifik.


Terpopuler Sepekan: Fakta Tukang Becak Bobol Rekening BCA Hingga Antrean Holland Bakery

2 jam lalu

Terpopuler Sepekan: Fakta Tukang Becak Bobol Rekening BCA Hingga Antrean Holland Bakery

Berita terpopuler ekonomi bisnis selama sepekan dimulai dengan fakta tentang tukang becak yang diduga membobol rekening BCA sebanyak Rp 320 juta.


Menhub Pastikan Pemerintah Terus Kawal Penyelesaian Proyek KCJB

3 jam lalu

Menhub Pastikan Pemerintah Terus Kawal Penyelesaian Proyek KCJB

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan pemerintah terus mengawal penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).


Prabowo Ingin Bangun Kampus Universitas Pertahanan di Luar Jawa

3 jam lalu

Prabowo Ingin Bangun Kampus Universitas Pertahanan di Luar Jawa

Prabowo mengatakan kuliah di Unhan tidak dipungut biaya sepeser pun dan tidak ada rekomendasi.


Golkar Solo Buka Pintu buat Kaesang Pangarep: Harus Siap Ubah Mindset dari Bisnis ke Politik

13 jam lalu

Golkar Solo Buka Pintu buat Kaesang Pangarep: Harus Siap Ubah Mindset dari Bisnis ke Politik

Ketua Harian Partai Golkar Kota Solo Bandung Joko Suryono mempersilakan Kaesang Pangarep jika ingin bergabung partai beringin.


Prabowo Subianto Sebut Anggaran Pertahanan Kecil, Pengamat: Alokasi Pengadaan Hanya 10 Persen

17 jam lalu

Prabowo Subianto Sebut Anggaran Pertahanan Kecil, Pengamat: Alokasi Pengadaan Hanya 10 Persen

Menhan Prabowo Subianto mengatakan anggaran pertahanan relatif kecil karena Indonesia tengah fokus mengendalikan kemiskinan


Sandiaga Uno Kunjungi Pondok di Semarang Didampingi Pengurus PPP

18 jam lalu

Sandiaga Uno Kunjungi Pondok di Semarang Didampingi Pengurus PPP

Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Pesantren Fadhlul Fadhlan di Semarang bersama pengurus teras PPP.


Jokowi Ajukan Kasasi, Sidang Pencemaran Udara Jakarta Berlanjut

19 jam lalu

Jokowi Ajukan Kasasi, Sidang Pencemaran Udara Jakarta Berlanjut

Sidang pencemaran udara Jakarta dilanjutkan. Sebab, Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri LHK mengajukan kasasi.