PSI: Di Indonesia Calon Presiden Tak Wajib Bisa Baca Al-Quran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Partai Solidaritas Indonesia. twitter.com

    Partai Solidaritas Indonesia. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi mengatakan tes membaca Alquran tidak relevan dalam proses pemilihan calon presiden dan wakil presiden. 

    Baca: Kerap Buat Pernyataan Kontroversial, PSI: Ideologi Partai

    Politisi yang akrab disapa Uki ini menilai bahwa partainya sejak awal berpendirian bahwa ibadah adalah ranah personal. Bukan untuk dipertontonkan sebagai alat dan syarat meraih suara.

    "Tes membaca kitab suci agama apapun tidak relevan karena itu tidak termaktub di dalam konstitusi. Agama adalah ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara," kata Uki lewat keterangan pers, Senin, 31 Desember 2018.

    Sebelumnya, Ikatan Dai Aceh menantang dua paslon untuk tes baca al-quran. Tantangan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu, 29 Desember 2018. "Untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon," kata Tgk Marsyuddin.

    Dia menuding, ritme permainan politik identitas yang selama ini diterapkan kubu Prabowo - Sandiaga, kini berbalik menyudutkan paslon tersebut. Ia menyindir beberapa pernyataan tim BPN yang bernuansa politisasi agama, diantaranya adalah yang diucapkan politisi senior, Amien Rais.

    "Masih segar rasanya ketika Pak Amien mengelompokkan koalisi partai politik dengan sebutan partai Allah dan partai setan. Juga beliau menganalogikan pilpres ini dengan perang agama, yakni perang badar dan perang uhud. Apalagi kalau bicara soal Capres Cawapres pilihan Ijtima Ulama yang seolah mewakili pilihan agama tertentu," kata Uki.

    Pernyataan Amien, kata dia, seolah-olah mengumpamakan kubu mereka adalah barisan Tuhan, dan lawan politik mereka adalah musuh Tuhan. Seolah-olah siapapun yang berseberangan pilihan politik dengan mereka maka akan mendapat ganjaran neraka.

    Simak: Alasan PSI Instruksikan Kader Muslim Ucapkan Selamat Natal

    "Di negara Pancasila ini tidak ada kewajiban calon presiden bisa baca ayat-ayat Quran. Yang penting paham ayat-ayat konstitusi, punya visi, misi dan program kongkret untuk rakyat. Ini yang tidak dimiliki Pak Prabowo," kata juru bicara PSI ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.