Jokowi Klaim Ma'ruf Amin Dongkrak Elektabilitas di Pilpres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Joko Widodo ata Jokowi, berbincang dengan calon wakil presiden, Ma'ruf Amin, di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, 28 Desember 2018. Dok.Istimewa

    Calon presiden Joko Widodo ata Jokowi, berbincang dengan calon wakil presiden, Ma'ruf Amin, di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, 28 Desember 2018. Dok.Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengaku membahas hasil survei bersama calon wakil presiden, Ma'ruf Amin, dalam pertemuannya di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Desember 2018. "Ya tadi bicara sedikit mengenai hasil survei yang ada," kata Jokowi.

    Baca: Temui Ma'ruf Amin, Jokowi: Apa Kabar?

    Jokowi tak menjelaskan secara rinci mengenai survei yang dibahas. Namun, ia membantah mengenai survei yang menyebut popularitas Ma'ruf rendah dan tidak mendongkrak elektabilitas keduanya. "Mendongkrak. Siapa bilang (tidak mendongkrak). Di surveinya kelihatan kok," ujarnya.

    Kubu pasangan nomor 01 itu sebelumnya dikabarkan sedang gencar menggarap suara di Banten. Sebabnya, berdasarkan survei internal, Ma'ruf Amin yang menjadi pendamping Jokowi belum mampu mengerek elektabilitas pasangan ini di Banten.

    Seperti dikutip dari laporan Majalah Tempo edisi 15 Desember 2018, popularitas Ma’ruf yang rendah di Banten berakibat pada hasil survei pasangan Jokowi - Ma’ruf. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, menuturkan, hasil sigi internal menunjukkan pasangan nomor urut satu hanya meraup 39 persen suara responden. Sedangkan lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, mendapat 58,7 persen. Sisanya tak menjawab.

    Banten memang basis pemilih Prabowo. Pada pemilihan presiden 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, mengantongi 57,1 persen suara. Adapun Jokowi-Jusuf Kalla dipilih oleh 42,9 persen warga. Dalam pemilihan presiden tahun depan, jumlah pemilihnya 8,1 juta, naik 200 ribu dibanding pemilihan 2014.

    Baca: Jokowi dan Pramono Anung Makan Siang bersama Ma'ruf Amin

    Beratnya medan di Banten dibahas khusus dalam Rapat Kerja Nasional Bravo-5, tim bentukan Luhut Binsar Pandjaitan yang berisi purnawirawan TNI, di Hotel Golden Boutique, Jakarta, pada 8-10 Desember lalu. Menurut Ketua Bravo-5 Wilayah Banten Irsyad Djuwaeli, dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Pengarah Bravo-5 Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan daerah-daerah yang masih rawan, seperti Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.