Survei: Pemilih Partai Pendukung Prabowo Paling Suka Reuni 212

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat Islam hadir dalam acara Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    Ribuan umat Islam hadir dalam acara Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil sigi nasional tentang peristiwa reuni 212 yang berlangsung pada 2 Desember lalu.

    Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan dari hasil survei tersebut hasilnya sebanyak 58,5 persen responden mengetahuinya dan 38 persen tidak tahu. "Dan 3,5 persen tidak menjawab," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018

    Baca: LSI Denny JA: Reuni 212 Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

    Dari mereka yang mengetahui ada kegiatan reuni 212, jika dirunut berdasarkan segmen partai politik, hanya pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mayoritas tidak suka dengan kegiatan ini. Sementara pemilih partai politik peserta pemilu 2019 lainnya mayoritas menyukai aksi tersebut.

    "Pemilih PDIP yang suka reuni 212 sebanyak 37,0 persen, yang tidak menyukainya mencapai 46,0 persen, dan tidak menjawab 17,0 persen," kata Adjie.

    Berbanding terbalik dengan PDIP, hampir seluruh pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyukai reuni 212. "Sebanyak 93,5 persen suka, 0 persen tidak suka, dan 6,5 persen tidak menjawab," kata Adjie.

    Baca: Ma'ruf Amin: Reuni Akbar 212 Tak Pengaruhi Elektabilitas

    Secara umum, pemilih partai-partai pendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang hadir ke acara tersebut, tingkat kesukaan mereka mencapai di atas 70 persen seperti Partai Gerindra, PKS, dan Demokrat. Hanya pemilih Partai Amanat Nasional (PAN) yang kesukaannya terhadap acara itu di bawah 70 persen.

    Berikut daftar kesukaan reuni 212 berdasarkan segmen partai politik:

    1. PDIP: Suka (37,0 persen), tidak suka (46,0 persen)
    2. Gerindra: Suka (78,5 persen), tidak suka (10,7 persen)
    3. Golkar: Suka (55,9 persen), tidak suka (20,3 persen)
    4. PKB: Suka (42,5 persen), tidak suka (40,0 persen)
    5. Demokrat: Suka (76,2 persen), tidak suka (9,5 persen)
    6. PKS: Suka (93,5 persen), tidak suka (0,0 persen)
    7. PPP: Suka (69,2 persen), tidak suka (15,4 persen)
    8. NasDem: Suka (48,0 persen), tidak suka (32,0 persen)
    9. Perindo: Suka (61,5 persen), tidak suka (23,1 persen)
    10. PAN: Suka (66,7 persen), tidak suka (20,0 persen)
    11. Hanura: Suka (N/A), tidak suka (N/A)
    12. PBB: Suka (N/A), tidak suka (N/A)
    13. Garuda: Suka (N/A), tidak suka (N/A)
    14. Berkarya: Suka (N/A), tidak suka (N/A)
    15. PKPI: Suka (N/A), tidak suka (N/A)
    16. PSI: Suka (N/A), tidak suka (N/A)

    Adjie menuturkan untuk partai Hanura, PBB, Garuda, Berkarya, PKPI, dan PSI tidak ia cantumkan karena dasar respondennya yang kecil atau tidak sampai 2 persen.

    Survei ini dilakukan pada 5-12 Desember 2018 dan melibatkan 1.200 responden dengan margin of error lebih kurang 2,8 persen.

    Baca: Sindir Media Lagi, Prabowo Sebut Reuni 212 Dihadiri 13 Juta Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.