Jumat, 14 Desember 2018

Dihadiri Prabowo, Ceramah Dai Ini Singgung Soal Ulama dan Pejabat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, seusai menghadiri acara peringatan Maulid di Masjid Majlis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, seusai menghadiri acara peringatan Maulid di Masjid Majlis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf mengatakan agar masyarakat berhati-hati terhadap ulama yang dekat dengan pejabat. Hal ini disampaikan Taufiq saat berceramah di acara peringatan Maulid di Masjid Majlis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. Acara tersebut dihadiri calon presiden Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

    Baca juga: Andi Arief Demokrat: Media Sosial Bisa Jadi Kekuatan Prabowo

    "Nabi Muhammad bersabda, para ulama itu adalah pemegang amanah Rasul untuk menyelamatkan umat daripada kesesatan. Mereka sifatnya tidak dekat dengan pejabat. Kalau mereka sudah dekat dengan pejabat, maka mereka sudah mengkhianati amanah Rasul," kata Taufiq.

    Ia kemudian mengatakan agar masyarakat menghindari ulama-ulama yang dekat dengan pejabat. Hal ini, kata dia, sesuai dengan perintah Nabi Muhammad.

    "Kalau ulama sudah dekat dengan pejabat, maka mereka sudah mengkhianati amanat Rasul. Hati-hati daripada mereka dan hindari mereka. Ini Rasul yang berkata," ujar dia.

    Taufik kemudian mengingatkan pada para calon presiden untuk mencari ulama yang menasihati. "Jangan ulama bayaran yang nurut dengan Anda."

    Taufik juga menyinggung kelakuan para politikus saat menjelang pemilihan umum. Para politikus, kata dia, banyak yang masuk ke kampung-kampung dan pasar-pasar untuk mencari dukungan orang-orang miskin saat mendekati masa-masa pemilu.

    "Yang biasanya duduk hanya dengan konglomerat, duduk dengan orang-orang kaya, tapi sekarang yang dibutuhkan adalah suara orang-orang miskin," kata dia.

    Lebih lanjut, Taufik meminta kepada siapapun calon presiden untuk memperhatikan program pembangunan moral untuk bangsa ini. Ia mengatakan banyak masyarakat yang berharap memiliki anak yang sholeh, namun tempat hiburan malam justru makin subur. Ia juga mengatakan banyak yang berharap untuk memiliki keluarga yang terhindar dari narkoba, tapi justru narkotika semakin merajalela.

    "Karena itu tolong kepada tim (sukses), program apa yang akan dilakukan untuk perbaikan moral bagi bangsa Indonesia ini," katanya.

    Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 dan mengikuti jalannya acara tanpa memberi kata sambutan apapun.

    Baca juga: Protes Prabowo ke Media, AJI: Publik Menilai Mana yang Akurat

    Prabowo pergi meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.30. Ia berjalan dengan pengawalan ketat menuju mobil. Sesekali, Prabowo meladeni masyarakat yang berebutan ingin bersalaman atau berswafoto dengan dirinya. Prabowo juga tampak beberapa kali mencium kepala anak-anak kecil yang kebetulan ia lihat.

    Sesampainya di mobil, Prabowo bersama dengan tim pengawalnya langsung meninggalkan lokasi tanpa memberi keterangan apa pun pada wartawan yang menunggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....