Koordinator Reuni Akbar 212 Sambangi Rumah Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Panitia Reuni 212, Yusuf Martak menyambangi calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta pada Selasa, 4 Desember 2018. Dok. Istimewa

    Koordinator Panitia Reuni 212, Yusuf Martak menyambangi calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta pada Selasa, 4 Desember 2018. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Panitia Reuni Akbar 212 Yusuf Martak menyambangi calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta pada Selasa, 4 Desember 2018.

    Baca juga: Ma'ruf Amin: Isu Saya Sakit Itu Ngaco Betul

    "Ya betul. Beliau tadi datang kerumah Situbondo," ujar Putri sulung Ma’ruf, Siti Ma’rifah saat dihubungi Tempo pada Selasa, 4 Desember 2018.

    Namun, Siti mengaku tidak tahu ihwal apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Ketika dikonfirmasi, Yusuf Martak mengatakan, kehadirannya adalah sebagai pengurus MUI. Dia hadir untuk menjenguk Ma'ruf yang tengah sakit.
    "Kami mendengar Kiai Ma'ruf sedang sakit karena terjatuh. Kakinya terkilir. Jadi tadi ramai-ramai bersama pengurus MUI membesuk ke rumah beliau," ujar Ketua GNPF Ulama ini.

    Yusuf Martak mengaku, kunjungannya hanya sebatas membesuk orang tua dan Ketua Umum MUI yang sedang sakit. Dia tidak menjawab lugas saat ditanya apakah ada pembahasan ihwal Reuni Akbar 212 saat bertemu Ma'ruf Amin.

    Baca juga: Ma'ruf Amin: Kampanye Enggak Usah Bawa Agama, Jual Tokoh Saja

    Beberapa hari yang lalu, Siti Ma'rifah membenarkan bahwa ayahandanya tengah sakit setelah jatuh di kamar mandi. "Kakinya sedikit terkilir akibat terpeleset di kamar mandi,” ujar Ma’rifah saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.