Tim Jokowi Beberkan Penyebab Lebih Banyak Didukung Kalangan NU

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk

    Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk "Memotret Kinerja KPK" di Bakoel Koffie, Cikini Raya, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Amin, Arsul Sani menjelaskan alasan perbedaan dukungan dari afiliasi organisasi keagamaan terhadap pasangan calon presiden menurut hasil survei Media Survei Nasional (Median).

    Hasil survei Median menunjukkan dukungan dari kalangan Nahdlatul Ulama condong ke Jokowi-Ma’ruf Amin, sedangkan dari kalangan Muhammadiyah ke Prabowo-Sandiaga. Menurut Arsul, hal ini dapat ditarik dari sejarah dan aspek sosiologis dua ormas keagamaan ini.

    Baca: Survei: Jokowi Unggul di Kalangan NU, Prabowo di Muhammadiyah

    “Itu juga kuatnya karena dari sejarahnya memang,” kata Arsul di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

    Arsul mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang kini jadi partai Jokowi, sudah dekat dengan NU sejak dulu. Apalagi, menurut dia, pasangan Jokowi yang maju dalam pilpres 2019, Ma'ruf Amin, merupakan salah satu pentolan organisasi Islam tertua di Indonesia itu. Maka tak aneh bila Jokowi-Ma’ruf didukung oleh NU.

    Sedangkan keluarga Prabowo, kata Arsul, sejak lama dekat dengan Masyumi. Maka, menurut dia, dukungan pada Prabowo datang dari kalangan muslim dari luar NU, yang berarti termasuk Muhammadiyah. “Keluarganya dekat dengan Masyumi. Dari dulu itu dekatnya dengan Masyumi, coba dilihat saja sejarahnya,” ujarnya.

    Baca: Panitia Undang Jokowi Hadir ke Reuni Akbar 212

    Dalam survei yang dirilis lembaga survei Median, sebanyak 47,6 persen pemilih NU mendukung capres Jokowi. Sedangkan 36,4 persen memilih Prabowo. Adapun 16 persen sisanya belum menyatakan dukungan. Selisih pemilih NU untuk Jokowi dan Prabowo tercatat sebesar 11,2 persen.

    Kondisi ini berbanding terbalik dengan dukungan para pemegang hak pilih dari kalangan Muhammadiyah. Sebanyak 62 persen responden dari kelompok ormas itu menyatakan bakal memilih Prabowo. Sedangkan 23 persen lainnya mendukung Jokowi.

    Arsul Sani menyampaikan strategi mereka untuk menggaet ketertinggalan di kalangan Muhammadiyah ini adalah dengan micro targeting dan micro canvasing, atau menjalin silaturahmi dengan target mereka. Ia menyebut timnya tengah gencar menyambangi ormas Islam di luar NU dengan tujuan ini. “Kan beliau hadir tidak hanya di NU, tapi juga di Muhammadiyah, dan di ormas islam lainnya,” ujarnya.

    Baca: Hari Ini Prabowo Temui Warga Muhammadiyah, Sandiaga Jumpa Kiai NU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.