Ma'ruf Amin Optimistis Bakal Raup Banyak Suara Pemilih Milenial

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin optimistis akan berhasil meraup banyak suara generasi pemilih milenial. Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menjadi tamu dalam Festival Remaja di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

    "Optimistis sekali. Sebab mereka kan orang yang berpikir rasional dan penuh keinginan untuk melakukan perubahan," kata Ma'ruf pada Ahad, 25 November 2018.

    Baca: Ma'ruf Amin Yakin Bisa Gaet Kalangan Santri Milenial

    Menurut Ma'ruf, pasangannya, Joko Widodo sudah memiliki modal untuk membangun remaja menjadi generasi penerus bangsa. "Jadi tinggal bagaimana menindaklanjuti, memperbesar manfaatnya menambah lagi dan melakukan readjustment," ujarnya.

    Baca: Generasi Milenial Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi - Ma'ruf

    Pemilih milenial adalah pemilih yang berusia 17-35 tahun. Berdasarkan data dari Syaiful Mujani Research Consulting (SMRC), setidaknya 34,4 persen masyarakat Indonesia masuk ke dalam generasi milenial.

    Sebelumnya, Ma'ruf bercerita ia sudah membuat lima video bertema milenial. Video-video tersebut menjadi salah satu caranya berkampanye untuk memperkenalkan sisi lainnya kepada milenial, yang selanjutnya diharapkan bisa meraup dukungan. Ma'ruf bercerita dirinya terlibat dalam syuting video pada akhir September lalu. "Banyak candaan-candaan milenial, zaman now lah," kata dia pada 7 November lalu.

    Baca: Cerita Ma'ruf Amin Bikin Video untuk Gaet Suara Milenial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.