Pengakuan Kubu Prabowo yang Sebut Dana Kampanye Sangat Terbatas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi Djoko Santoso di sela pengukuhan relawan di Yogya, 19 November 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi Djoko Santoso di sela pengukuhan relawan di Yogya, 19 November 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengakui dana kampanye kubu tersebut terbatas, tetapi enggan menyebutkan jumlah dana terbatas tersebut.

    Baca juga: Prabowo Kritik Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Jilid 16

    "Masih terbataslah, yang pertama jelas orang sudah pasang bendera kami belum," ujar Djoko Santoso di Jakarta, Jumat.

    Meski begitu, menurut dia, BPN Prabowo - Sandiaga didesain seperti "kapal yang tahan ombak" hingga masa kampanye selesai.

    Sebelumnya cawapres Sandiaga Uno menuturkan pihaknya berjanji akan melaporkan dana setiap satu bulan secara terbuka dan transparan.

    Terakhir Sandiaga mengumumkan jumlah dana kampanye selama 23 September-22 Oktober sebesar Rp31,7 miliar.

    Adapun perincian penerimaan dana kampanye dari Sandiaga sebesar Rp26.576.238.239, Prabowo sebesar Rp3.761.439.000, Partai Gerindra sebesar Rp1.389.942.500, perseorangan sebesar Rp10.050.000, dan kelompok sebesar Rp2.570.000.

    Baca juga: Narasi Orba Kubu Prabowo, Hasto: Berarti Rindu KKN

    Sedangkan untuk pengeluaran dana kampanye sebesar Rp16,9 miliar, terdiri dari pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, pengeluaran modal lain, pembelian peralatan, operasional lain serta kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye pemilihan dan peraturan perundang-undangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.