Ma'ruf Amin Terima Tamu Komunitas Disabilitas Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin tiba di Raja Ampat, Papua Barat pada hari ini, Kamis, 22 November 2018. Dok. Istimewa

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin tiba di Raja Ampat, Papua Barat pada hari ini, Kamis, 22 November 2018. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin tiba di Jakarta setelah dua hari berkegiatan di Raja Ampat, Papua. Ma'ruf akan menerima tamu dari komunitas disabilitas di kediamannya pada sore ini, Sabtu, 24 November 2018.

    Baca: Kutip Franky Sahilatua, Ma'ruf Amin: Papua Surga Kecil yang Jatuh

    "Abah akan menerima tamu dari komunitas disabilitas pada pukul 17.00-18.00 di Rumah Situbondo," dikutip dari publikasi jadwal tim media Ma'ruf Amin.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini memang pernah diprotes oleh Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) akibat pernyataannya yang dinilai menyinggung kaum disabilitas. PASTI menggelar unjuk rasa di depan kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Rabu, 14 November 2018, untuk menuntut Ma'ruf meminta maaf pada masyarakat disabilitas, khususnya tuna netra dan tuna rungu wicara.

    Mereka mengatakan merasa tersinggung dan terusik. “Kami sebagai warga negara bangsa Indonesia punya hak hidup, punya hak berpolitik. Walaupun kami orang buta, menurut beliau, tapi kami tidak buta politik,” kata Ketua Umum PASTI, Arif Nurjamal.

    Baca: Rayakan Maulid Nabi di Medan, Ma'ruf Amin Serukan Toleransi

    Sebelumnya Ma’ruf mengeluarkan kata buta dan budek pada saat menyampaikan sambutan pada acara deklarasi Barisan Nusantara di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Sabtu 10 November 2018. Menurut Ma'ruf, hanya orang budek dan buta yang tidak bisa melihat prestasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama memimpin Indonesia.

    "Orang yang sehat dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan Pak Jokowi, kecuali orang yang budek saja enggak mau mendengar informasi dan orang yang buta saja yang enggak bisa melihat kenyataan," kata dia.

    Ma’ruf memang sudah mengklarifikasi perkataannya. Dia menegaskan bahwa pernyataan soal 'budek' dan 'buta' sama sekali tidak untuk menyinggung kaum disabilitas, melainkan untuk menyindir orang-orang yang mengingkari kenyataan akan berbagai prestasi dan capaian pemerintah.

    Baca juga: Ikatan Tuna Netra Muslim Laporkan Ma'ruf Amin ke Bawaslu

    "Ini kan jelas tonggak yang diletakkan pemerintah sekarang, untuk kemaslahatan pemerintahan yang akan datang," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya pada Senin pagi, 12 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?