Sandiaga Akui Tak Mungkin Naikkan Gaji Guru Jadi Rp 20 Juta

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno (tengah) memainkan boneka ayam saat kunjungan di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno menjelaskan kewirausahaan dalam bidang perekonomian produk lokal dan UMKM untuk menggantikan produk impor hingga dapat mengekspornya. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno (tengah) memainkan boneka ayam saat kunjungan di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno menjelaskan kewirausahaan dalam bidang perekonomian produk lokal dan UMKM untuk menggantikan produk impor hingga dapat mengekspornya. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengakui tidaklah mungkin menaikkan gaji guru menjadi Rp 20 juta secara merata di seluruh Indonesia.

    Baca: Prabowo Tidak Janji Naikkan Janji Guru

    "Kalau dipukul rata dua puluh juta ya enggak bakal mungkin," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 21 November 2018.

    Namun, Sandiaga mengklaim dirinya dan Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru seumpama terpilih menjadi presiden dan calon presiden 2018. Cawapres nomor urut 02 ini menuturkan, dia dan Prabowo lebih ingin memperhatikan para guru yang belum sejahtera. Dia menyinggung persoalan guru honorer yang selama ini belum mendapatkan keadilan atas status dan gaji mereka.

    "Kuncinya bagaimana meningkatkan (kesejahteraan) guru yang ada di level terbawah, yang sebulan cuma terima gaji tiga ratus ribu. Itu yang kami perhatikan," ujar Sandiaga.

    Baca: Di Depan Relawan, Prabowo Janji Sejahterakan Guru, Buruh, TNI

    Menurut Sandiaga, para guru yang ada di kota besar relatif sudah sejahtera. Semisal di ibu kota, kata Sandiaga, gaji sekaligus tunjangan sertifikasi para guru sudah cukup tinggi.

    Berbeda halnya dengan guru-guru yang ada di kawasan perbatasan. Sandiaga berujar, para guru di kawasan terluar Indonesia itu belum rutin menerima gaji. Mereka, kata Sandiaga, juga mengalami kesulitan akses untuk mencapai lokasi sekolah.

    "Katanya dua sampai tiga hari mencapai tempatnya. Ada ketidakadilan yang luar biasa untuk guru-guru di pelosok," ujarnya.

    Wacana kenaikan gaji guru menjadi Rp 20 juta ini sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Mardani Ali Sera.

    Baca: Tim Prabowo Janji Gaji Guru 20 Juta, Sri Mulyani: Dihitung Saja

    Usul itu disampaikan Mardani saat menghadiri acara deklarasi relawan Emak-Emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Jakarta Timur pada Selasa, 20 November 2018.

    Namun, hari ini Mardani mengatakan bahwa kenaikan gaji guru menjadi Rp 20 juta itu akan masuk dalam kajian prioritas Prabowo dan Sandiaga Uno seumpama terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Dia tak menjawab tegas apakah hal itu akan direalisasikan seumpama Prabowo-Sandiaga memerintah.

    "Masuk dalam kajian prioritas. Salah satu yang utama adalah sistem pembenahan kualitas pendidikan Indonesia," kata Mardani kepada Tempo, Rabu, 21 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.