Demokrat Kritik Prabowo Belum Rincikan Program Kampanye

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, memberikan keterangan kepada awak media susai rapat pleno, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, 6 Maret 2017. Partai Demokrat menyerahkan keputusan untuk memberikan dukungan kepada paslon Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang maju dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 kepada Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, memberikan keterangan kepada awak media susai rapat pleno, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, 6 Maret 2017. Partai Demokrat menyerahkan keputusan untuk memberikan dukungan kepada paslon Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang maju dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 kepada Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat melancarkan kritik kepada calon presiden Prabowo Subianto yang dianggap belum menyampaikan program dengan baik.

    Baca: Sandiaga Sebut Kritik Megawati Sebagai Nasihat: Diingatkan Senior

    "Kami belum tahu program rinci atau detail dari Prabowo," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada Tempo pada Jumat, 16 November 2018. Syarief menambahkan, Prabowo belum menjabarkan misi-misi yang akan ia lakukan bila terpilih lima tahun mendatang kepada masyarakat.

    Padahal, menurut Syarief, masyarakat butuh informasi substansial dari para pasangan capres. Pernyataan Syarief ini senada dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY melalui Twitter-nya mengatakan rakyat ingin mendengar solusi, kebijakan, dan program yang akan dijalankan.

    "Kalau 'jabaran visi-misi' itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung. Para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi," tulis SBY dalam cuitannya.

    Baca: Kubu Prabowo Jadikan Sindiran Megawati Bahan Evaluasi

    Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menampik anggapan bahwa Prabowo tak pernah menjabarkan visi dan misinya. Menurut Suhud, program lima tahun itu sudah dijelaskan dalam dokumen yang telah diserahkan pada Komisi Pemilihan Umum pada September lalu.

    Namun, Suhud mengakui ruang penyampaian kepada publik belum ada.
    Saat ini, wadah-wadah untuk berkampanye pun terbatas. Sebab, KPU mengatur capres dan cawapres tak boleh bernarasi politik di kampus dan tempat ibadah.

    Suhud meminta KPU mempercepat debat kampanye capres dan cawapres agar program-program yang menjadi gagasan dua kubu tersampaikan dengan baik. Ia juga mendorong media menyediakan ruang para pasangan capres untuk memaparkan rencana kerjanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.