Demokrat Tak Mau Beberkan Janji Prabowo - Sandiaga ke AHY

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan para kader Partai Demokrat mengangkat tangannya dalam perayaan ulang tahun ke-17 Partai Demokrat, di Jakarta, Senin, 17 September 2018. Dalam perayaan ulang tahun ke-17 ini, Partai Demokrat mengangkat tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab". TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menyebut bahwa calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, memiliki janji terhadap Partai Demokrat. Namun, Putu tak mau membeberkan apa janji tersebut.

    Baca: Kogasma Partai Demokrat Kritik Gerindra Soal Janji Kampanye AHY

    "Kalau ditanya janji mendingan tanya ke Bung Sandi dan Pak Prabowo ya, mereka yang berjanji," kata Putu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

    Putu hanya menuturkan, Sandiaga dan AHY pernah berbincang ihwal generasi milenial yang disebutnya berjumlah 100 juta orang. Dia juga mengungkit survei timnya yang mencatat AHY merupakan representasi generasi ini serta kandidat calon wakil presiden terpopuler setelah Jusuf Kalla. Putu mengklaim, Sandiaga meminta bantuan dari AHY terkait generasi milenial ini.

    "Secara jelas di survei yang nongol itu Mas AHY, bukan Bung Sandi yang nongol," ujarnya.

    Baca: Gerindra Sebut Janji Demokrat Kampanye Bareng Belum Terealisasi

    Sejumlah survei sebelumnya memang mengunggulkan AHY sebagai kandidat cawapres Prabowo. Survei LIPI 19 April-5 Mei 2018, misalnya, mengunggulkan AHY sebagai cawapres. Elektabilitas AHY mencapai 8,1 persen. Survei Roda Tiga Konsultan yang dirilis pada awal Agustus lalu pun menyebutkan nama AHY mendapat presentase tertinggi sebesar 25,6 persen pada pilihan spontan siapa cawapres Prabowo.

    Namun, dua hari menjelang penutupan pendaftaran calon presiden-wakil presiden ke KPU, nama Sandiaga Uno mencuat sebagai kandidat kuat hingga akhirnya dideklarasikan menjadi cawapres Prabowo.

    Polemik soal janji-janji ini mencuat setelah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkap adanya janji Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk kampanye bersama Prabowo yang hingga kini belum terealisasi.

    Muzani juga menyebut adanya janji Ketua Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berkampanye dengan Sandiaga. "Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan kemudian ternyata AHY ada jadwal lain," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

    Baca: Tim Prabowo Memaklumi Demokrat Fokus Pileg daripada Pilpres

    Menurut Putu, Sandiagalah yang banyak berjanji kepada AHY. Putu berujar Sandiaga juga meminta AHY bersafari dengannya kendati belum berbicara soal waktu pasti. Namun, kata juru bicara Kogasma ini, dua rencana itu tak ada kelanjutannya.

    "Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY," kata Putu melalui keterangan tertulisnya kemarin, Rabu, 14 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.