SBY Bebaskan Pilihan Kader, Timses Jokowi Merasa Diuntungkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menutup pembekalan calon anggota legislatif DPR RI di The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. SBY sekaligus mencurahkan isi hatinya menahan emosi hampir 10 tahun difitnah soal kasus Bank Century dan Hambalang. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menutup pembekalan calon anggota legislatif DPR RI di The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. SBY sekaligus mencurahkan isi hatinya menahan emosi hampir 10 tahun difitnah soal kasus Bank Century dan Hambalang. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin merasa diuntungkan atas langkah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membebaskan kadernya dalam memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di pemilihan presiden 2019.

    Baca: Sindir SBY, PDIP: Demokrat Pernah Rasakan Efek Ekor Jas SBY

    Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan langkah SBY tersebut sama saja dengan menunjukkan dukungan kepada pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin. "Dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf secara tidak langsung sebenarnya telah diberikan," ujar Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Jakarta pada Rabu, 14 November 2018.

    Hasto menilai, langkah yang diambil Demokrat itu tak lepas dari realitas hasil survei dan juga dukungan kepala daerah lintas koalisi Indonesia kerja untuk Jokowi. Sekretaris Jenderal PDIP juga menilai dukungan yang diberikan Demokrat kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara formal pada saat pendaftaran di KPU, saat ini mengalami perubahan.

    "Ini merupakan bagian dari dinamika politik. Buat kami, ini adalah hal positif," ujar Hasto.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memaklumi sikap Gerindra tersebut sebagai efek dari ekses pemilu serentak. Dia mengatakan Gerindra tak akan memaksa partai koalisi Prabowo-Sandiaga. Gerindra, kata Muzani, memberikan toleransi kepada partai koalisi yang melonggarkan kader-kadernya untuk tidak mengampanyekan Prabowo-Sandiaga.

    Baca: SBY - Demokrat Tak Pernah Diajak Bahas Draf Koalisi Keumatan

    Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini berpendapat kelonggaran itu bisa saja berasal dari masalah internal sebuah partai. "Kalau cara memenangkannya mereka ada cara sendiri, ya mudah-mudahan berhasil," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.