Peta Dukungan untuk Jokowi - Ma'ruf Amin di Tatar Pasundan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma’ruf Amin, Abdy Yuhana mengatakan timnya sudah memetakan kekuatan dukungan untuk pemilihan presiden 2019 di Jawa Barat berdasarkan hasil riset dan survei elektabilitas. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dukungan untuk jagoannya lemah di beberapa daerah, terutama di wilayah Priangan Barat dan Timur.

    “Karena wilayah itu basisnya agama, kami dorong agar Pak Ma'ruf agar terus turun ke wilayah itu,” ujar Abdy saat dihubungi wartawan pada Selasa, 13 November 2018.

    Baca: Ma'ruf Amin Hadiri Peluncuran Buku, Jokowi ke Singapura

    Wilayah Priangan Barat meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Sukabumi. Sedangkan Priangan Timur meliputi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Banjar.  

    Abdy mengklaim popularitas Jokowi tinggi di Cirebon Raya yang meliputi Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu. Begitu pula dengan wilayah perkotaan, Abdy mengklaim suara Jokowi - Ma’ruf Amin kuat di basis wilayah itu. “Di Karawangan sampai Subang kami kuat, yang masih goyang di Kabupaten Bogor,” ujar Abdy.

    Baca: Pertarungan Jokowi - Ma'ruf di Jawa Barat: Malu Jika Kalah

    Meski begitu, Abdy mengakui saat ini elektabilitas Jokowi - Ma’ruf masih terbilang rendah di Jawa Barat. Menurut dia, hal itu karena masih tingginya loyalitas masyarakat terhadap pilihannya masing-masing pada pilpres 2014. Untuk itu, tugas timnya menyampaikan bahwa saat ini peta dukungan sudah berubah. “Kalau 2014, ada beberapa parpol tidak mendukung Pak Jokowi, sekarang beralih mendukung, contohnya Golkar dan PPP.”

    Jawa Barat diprediksi akan menjadi medan paling berat bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden 2019. Sebab, pada pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla, paling banyak kalah secara angka dari penantangnya Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di tanah Pasundan.

    Simak: Ma'ruf Amin: Hanya Orang Buta-Budek yang Tak ...

    KPU mencatat pada 2014 Jokowi-JK mendapat 9.530.315 suara atau 40,22 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta mendapatkan 14.167.381 suara atau 59,78 suara. Suara kedua pasangan itu selisih lebih dari 4 juta suara.‌ Pada 2019 ini, Jokowi dan Prabowo dengan pasangan yang berbeda akan bertarung kembali memperebutkan 32.636.846 pemilih di Jawa Barat.

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berjanji akan lebih gencar mendongkrak dukungan untuk Jokowi -Ma'ruf Amin di Jawa Barat dengan lebih sering berkeliling Jawa Barat, khususnya ke basis-basis wilayah NU. Ma’ruf dianggap sebagai putra Jawa Barat dan mewakili Pasundan. "Jadi kalau di Jawa Barat kalah, kami malu," ujar Ma'ruf Amin saat berdialog dengan para ulama NU di kediamannya di Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Senin, 12 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.